Breaking News:

Virus Corona

Fakta Infeksi Jamur Hitam yang Menyerang Pasien Covid-19, dari Gejala hingga Cara Pencegahan

Berikut fakta terkait jamur hitam atau mucormycosis yang menyebar di India.

Penulis: Anggie Irfansyah
Editor: Amirul Muttaqin
Shutterstock/stockpexels
Ilustrasi mukormikosis. Usai Covid-19, seorang pria di India terinfeksi mukormikosis yang disebabkan oleh jamur hitam. Penyakit ini menyerang daerah mata 

Reporter: Anggie Irfansyah

TRIBUNSTYLE.COM - Berikut fakta terkait jamur hitam atau mucormycosis yang menyebar di India.

Setidaknya 4.200 orang di India terbunuh setelah terinfeksi jamur hitam atau mucormycosis.

Di India, infeksi jamur hitam ini biasanya menyerang pasien yang sudah sembuh dari infeksi Covid-19.

Jamur hitam tersebut diduga sudah masuk ke Indonesia, meskipun kasusnya tidak banyak.

Meski demikian, kasus infeksi jamur hitam tersebut juga menyumbang angka kematian yang tinggi.

Baca juga: INFEKSI Jamur Hitam di India Buat Bola Mata Pasien Covid-19 Harus Diangkat, Kini Ancam Indonesia

Baca juga: Banyak Diburu, Simak Penjelasan 2 Mitos Susu Beruang! Tak Sembuhkan Penyakit & Bukan Obat Covid-19

Infeksi jamur hitam buat bola mata pasien Covid-19 harus diangkat.
Infeksi jamur hitam buat bola mata pasien Covid-19 harus diangkat. (India.com)

Jamur hitam mucormycosis

Jamur hitam merupakan penyakit yang sangat cepat berkembang dalam tubuh.

Sehingga, ketika seseorang terkena penyakit itu beberapa organ tubuhnya akan dihilangkan untuk menghentikan penyebaran ke otak.

Dokter bedah mengilangkan mata, hidung, dan rahang pasien untuk mencegah penyebaran penyakit itu ke otak.

Diberitakan KompasSains pada 4 Juni 2021, menyebutkan bahwa jamur hitam ini merupakan infeksi jamur sistemik akibat golongan Mucormycetes seperti Rhizopus spp, Mucor spp, Rhizomucor spp, Cunninghamella Bertollletiaie, Apophysomycess spp, dan Lichteimia.

Dilansir dari AFP, tingkat kematian akibat infeksi jamur tersebut bisa mencapai diatas 50 persen.

Penyakit jamur hitam terjadi melalui kontak dengan spora atau elemen jamur dari lingkungan seperti tanah, bahan organik yang membusuk seperti daun, tumpukan kompos, dan kotoran hewan.

Infeksi jamur hitam dapat mempengaruhi sinus, otak, dan paru-paru.

Selain itu, hal ini dapat mengancam jiwa pada penderita diabetes atau kekebalan tubuh yang menurun setelah melawan penyakit lain, termasuk Covid-19.

Dilansir dari BBC, penyebab munculnya jamur ini adalah penggunaan steroid yang tinggi.

Steroid digukana untuk mengurangi peradangan di paru-paru pada perawatan pasien Covid-19, dan tampaknya membantu menghentikan kerusakan yang terjadi ketika siste kekebalan tubuh bekerja berlebihan untuk melawan virus corona.

Akan tetapi, mereka juga mengurangi kekebalan dan meningkatkan kadar gula darah, baik bagi penderita diabetes maupun pasien non-diabetes Covid-19.

Kadar gula yang meningkat kemudian memuculkan jamur hitam tersebut.

Mucormycosis bisa mempengaruhi hidung, mata, bahkan hingga otak.

Biasanya, jamur ini menyerang setelah 12-18 hari pemulihan dari Covid-19.

Hampir setengah kasus infeksi jamur hitam di India terkena saat mereka masih menerima perawatan Covid-19.

Ilustrasi jamur hitam mucomycosis
Ilustrasi jamur hitam mucomycosis (IST)

Gejala Jamur Hitam atau Mucormycosis

Dikutip dari cdc.gov, berikut adalah gejala yang dialami:

Gejala mucormycosis rhinocerebral (sinus dan otak) meliputi:

- Pembengkakan wajah satu sisi

- Sakit kepala

- Hidung atau sinus tersumbat

- Lesi hitam di batang hidung atau bagian dalam mulut bagian atas yang dengan cepat menjadi lebih parah

- Demam

Gejala mucormycosis paru (paru-paru) meliputi:

- Demam

- Batuk

- Sakit dada

- Sesak napas

- Mucormycosis kulit (kulit) dapat terlihat seperti lecet atau bisul, dan area yang terinfeksi dapat berubah menjadi hitam.

- Gejala lain termasuk rasa sakit, kehangatan, kemerahan yang berlebihan, atau pembengkakan di sekitar luka.

Gejala mucormycosis gastrointestinal meliputi:

- Sakit perut

- Mual dan muntah

- Perdarahan gastrointestinal

- Mucormycosis diseminata biasanya terjadi pada orang yang sudah sakit karena kondisi medis lain, sehingga sulit untuk mengetahui gejala mana yang berhubungan dengan mucormycosis.

Pasien dengan infeksi diseminata di otak dapat mengalami perubahan status mental atau koma.

Pada pasien COVID-19, diabetes atau orang dengan kondisi imunosupresi, harus mencurigai mucormycosis jika ada:

- Sinusitis – hidung tersumbat atau tersumbat, sekret hidung (kehitaman/berdarah), nyeri lokal pada tulang pipi Nyeri wajah satu sisi, mati rasa atau bengkak

- Perubahan warna kehitaman di atas batang hidung/langit-langit

- Sakit gigi, melonggarnya gigi, keterlibatan rahang

- Penglihatan kabur atau ganda dengan rasa sakit; demam, lesi kulit; Trombosis & Nekrosis (eskar)

- Nyeri dada, efusi pleura, hemoptisis, memburuknya gejala pernapasan

Cara pencegahan infeksi jamur hitam

Dilansir dari dnaindia.com, ada beberapa cara mencegah infeksi jamur hitam, diantaranya adalah sebagai berikut:

- Gunakan masker ketika mengunjungki lokasi konstruksi berdebu.

- Memaksai sepatu, celana panjang, baju lengan panjang dan sarung tangan saat berkebun

- Menjaga kebersihan pribadi, termasuk mandi scrub secara menyeluruh

Penyakit jamur hitam ini bisa dikelola dengan mengendalikan gula darah dalam tubuh, menghentikan obat imunomodulasi, mengurangi steroid dan debridement bedah ekstensif untuk menghilangkan semua bahan nekrotik.

(TribunStyle.com/Anggie) (Tribunnews.com/Widya)

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Apa Itu Jamur Hitam atau Mucormycosis? Ini Gejala dan Cara Mencegahnya

Sumber: TribunStyle.com
Tags:
Covid-19virus coronajamur hitamAnggie IrfansyahmucormycosisIndia
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved