Tokoh Viral Hari Ini
Profil Naomi Osaka, Petenis Jepang yang Nyalakan Api Olimpiade Tokyo, Berprestasi Tapi Alami Depresi
Inilah profil Naomi Osaka, petenis Jepang yang nyalakan api Olimpiade Tokyo. Atlet berprestasi yang sempat alami depresi.
Penulis: Amirul Muttaqin
Editor: Ika Putri Bramasti
Ia kemudian masuk dalam jajaran petenis wanita papan atas setelah memenangkan gelar WTA pertamanya di Indian Wells Open pada 2018.
Pada tahun yang sama, Naomi mengalahkan juara tunggal Grand Slam 23 kali Serena Williams di final AS Terbuka untuk menjadi pemain Jepang pertama yang memenangkan gelar tunggal Grand Slam.
Sejak saat itu, ia telah memenangkan gelar tunggal Grand Slam dalam empat tahun berturut-turut.
Naomi Osaka telah menduduki peringkat pertama Women's Tennis Association (WTA) dan merupakan pemain Asia pertama yang memegang peringkat teratas di nomor tunggal.
Ia merupakan juara tunggal Grand Slam empat kali, dan juara bertahan di AS Terbuka dan Australia Terbuka.
Tujuh gelarnya di Tur WTA juga termasuk dua di level Premier Mandatory.
Di AS Terbuka 2018 dan Australia Terbuka 2019, Naomi memenangkan dua gelar tunggal Grand Slam pertamanya di turnamen Grand Slam berturut-turut, dan merupakan pemain pertama yang mencapai prestasi ini sejak Jennifer Capriati pada 2001.
Ia juga menjadi yang pertama wanita untuk memenangkan gelar tunggal Grand Slam berturut-turut sejak Serena Williams pada tahun 2015.
Baca juga: Profil Christian Eriksen, Biodata dan Perjalanan Karier Pemain Denmark yang Kolaps di Laga Euro 2020
Baca juga: Profil Ezra Walian, Pemain Naturalisasi yang Kembali Bela Timnas Indonesia
Keberhasilan Naomi Osaka meraih sederet gelar bergengsi membuat dirinya menjadi salah satu atlet paling laku di dunia.
Ia menempati peringkat kedelapan di antara semua atlet dalam pendapatan endorsement pada tahun 2020.
Naomi juga merupakan atlet wanita berpenghasilan tertinggi sepanjang masa berdasarkan pendapatan tahunan tahun itu.
Ia telah mendapatkan pengakuan yang signifikan sebagai seorang aktivis, setelah menunjukkan dukungan untuk gerakan Black Lives Matter dalam hubungannya dengan pertandingannya.
Naomi dinobatkan sebagai salah satu Sports Illustrated Sportspersons of the Year 2020 untuk aktivismenya yang sebagian besar menjadi bagian dari kejuaraan AS Terbuka.
Ia juga masuk dalam daftar 100 orang paling berpengaruh di dunia oleh Time pada 2019 dan 2020.
Selain itu, Naomi adalah Olahragawan Wanita Terbaik Dunia Laureus pada 2021.
Dibalik kecemerlangan kariernya, Naomi Osaka memiliki cerita sedih terkait depresi yang dialaminya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/profil-naomi-osaka.jpg)