Buntut Peraturan Baru, Anisa Bahar Batal Terbang dan Terlunta-Lunta di Bandara: 'Buang-buang Uang'
Anisa Bahar batal terbang lantaran tak memiliki surat keterangan dari RT/RW, ia pun mengeluh lantaran telah buang-buang uang untuk bayar tes PCR.
Penulis: Joni Irwan Setiawan
Editor: Triroessita Intan Pertiwi
Maka dari itu ia sangat terkejut bahwasanya peraturan baru justru tiba-tiba muncul begitu saja.
"Peraturannya berubah-ubah seenaknya, semaunya.
Kita, masyarakat, rakyat yang jadi korban akan hal ini. Coba gimana?" ujarnya.
Meski dalam video ia tak membentak-bentak petugas.
Namun Anisa tak dapat memungkiri bahwa ia merasa kecewa lantaran sudah membayar mahal untuk tes PCR.
"Istiqfar. Ya allah pantes aja orang-orang pada ngamuk ya situasinya sprt ini.
Untung aku sabar ya allah terus istiqfar dalam hati agar tidak emosi," tulis Anisa mengiringi postingannya.
Ia juga mengeluhkan sudah membayar mahal untuk tes PCR, namun kenyataannya tidak bisa digunakan.
"Sudah buang-buang uang, setelah sampai di sini, ternyata kami nggak bisa berangkat.
Karena Satgas Covidnya tidak mau stempel," ujar Anisa.
Tak hanya Anisa Bahar, seorang pria yang bernama Eki yang menemani Anisa Bahar pun juga mengeluhkan peraturan baru tersebut.
Pasalnya peraturan itu tidak diberitahukan lebih dulu sampai akhirnya mereka tiba di bandara dan siap untuk melakukan penerbangan dan akhirnya batal.
"Aduh beneran, udah lengkap, PCR mahal-mahal, ada kartu vaksin juga tapi nggak boleh terbang.
Harus ada keterangan RT, RW, padahal di tiketnya nggak ada lho. Cuma ada keterangan PCR dan vaksin," kata Eki.
Sementara untuk kembali ke rumah pun diakuinya tidak memungkinkan lagi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/anisa-bahar-jual-aset-untuk-bantu-sesama.jpg)