Breaking News:

Pandemi

Apa Itu Qhusthul Hindi? Herbal Asal India yang Konon Bisa Sembuhkan Pasien Covid-19, Benarkah?

Apa itu Qusthul Hindi? Herbal yang konon dipercaya bisa menyembuhkan pasien Covid-19.

Tayang:
mieldejujubier.com/GridHealth
Qusthul Hindi dipercaya bisa sembuhkan Covid-19. 

TRIBUNSTYLE.COM - Apa itu Qusthul Hindi? Herbal yang konon dipercaya bisa menyembuhkan pasien Covid-19. Benarkah?

Herbal Qusthul Hindi alias kayu India belakangan tengah jadi perbincangan di media sosial.

Hal ini dikarenakan herbal tersebut diklaim mampu menyembuhkan pasien Covid-19.

Namun klaim itu rupanya tidak tepat.

Sebab dilansir dari GridHealth, belum ada penelitian uji klinis yang memastikan bahwa Qusthul Hindi secara pasti mampu menyembuhkan pasien Covid-19.

Adam Prabata, dokter sekaligus kandidat PhD Ilmu Medis di Kobe University, dalam akun Instagram pribadinya menjelaskan bahwa qusthul Hindi atau qust al Hindi memiliki nama ilmiah Saussurea costus atau Saussurea lappa.

Qusthul Hindi, herbal yang dipercaya bisa sembuhkan pasien Covid-19
Qusthul Hindi, herbal yang dipercaya bisa sembuhkan pasien Covid-19 (GridHealth)

Baca juga: Madu Bisa Tingkatkan Imun Selama Pancemi Covid-19, tapi Justru Bahaya Bagi Orang dengan Kondisi Ini

Baca juga: Ramai Diburu, Apa Sebenarnya Manfaat Susu Beruang? Bukan Obat Covid-19, Simak 6 Fakta Susu Beruang

Tanaman ini memang kerap dipakai sebagai pengobatan tradisional sejak 2.500 tahun yang lalu untuk beberapa penyakit di Yunani, Persia, Arab, dan India.

Klaim Qusthul Hindi bisa bermanfaat untuk menyembuhkan pasien Covid-19 dikarena memiliki kandungan yang bermanfaat sebagai anti-inflamasi atau anti peradangan dan antivirus.

Tanaman ini sering digunakan sebagai obat tradisional untuk mengurangi batuk-pilek.

Selain itu, kandungan Qusthul Hindi diduga bisa menghambat melekatnya virus Corona penyebab Covid-19 ke reseptor di dalam tubuh.

Menurut Adam, memang terdapat penelitian tentang zat Syrigaresinol yang terkandung dalam Qusthul Hindi yang diduga memiliki kemampuan antivirus dan dianggap dapat bermanfaat untuk pengobatan Covid-19.

Namun, penelitian tersebut masih dalam tahap in silico atau simulasi komputer.

Karena itu, belum ada bukti ilmiah yang cukup bahwa Qusthul Hindi bermanfaat dalam pengobatan Covid-19.

Adam menjelaskan bahwa penelitian in silico tidak cukup untuk menyatakan bahwa suatu zat bermanfaat dalam mengobati suatu penyakit.

"Perlu ada hasil uji klinis untuk membuktikan bahwa qusthul Hindi benar-benar bisa bermanfaat untuk pencegahan dan pengobatan Covid-19," ujar lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Menurut Adam, penelitian in silico merupakan penelitian yang dilakukan sebelum uji pra-klinis.

 
Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Tags:
Qusthul HindiCovid-19India
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved