Stop Konsumsi Obat Penahan Nafsu Makan, Marshanda Singgung Bipolar Disorder: Bahaya Buat Jantung Gue
Marshanda mengaku berhenti konsumsi obat penahan nafsu makan. Marshanda singgung soal bipoler disorder yang diidapnya.
Penulis: Heradhyta Amalia
Editor: Triroessita Intan Pertiwi
Reporter: Heradhyta Amalia
TRIBUNSTYLE.COM - Marshanda mengaku berhenti konsumsi obat penahan nafsu makan. Marshanda singgung soal bipoler disorder yang diidapnya.
Marshanda memang salah satu artis yang mengidap gangguan kesehatan mental (bipolar).
Mantan istri Ben Kasyafani ini tak menutupi soal bipolar yang diidapnya.
Belum lama ini, Marshanda mengaku tak lagi mengonsumsi obat penahan nafsu makan.
Pemilik nama Andriani Marshanda ini membeberkan alasan berhenti minum obat tersebut.
Hal itu diketahui dari unggahan Instagram @marshanda99S, yang dibagikan pada Minggu (18/7/2021).
Baca juga: Berani Buka Diri soal Gangguan Bipolar, Marshanda Bangga: Meningkatkan Kesadaran Kesehatan Mental
Baca juga: Marshanda Pamer Potret Cantik Tak Malu Punya Uban, Tulis Pesan Bijak Mencintai Diri Sendiri

Dari unggahan di atas, Marshanda membagikan beberapa layar tangkap soal pandangan netizen padanya.
Ia menegaskan bahwa dirinya berhenti konsumsi obat penahan nafsu makan lantaran bisa membahayakan jantung.
"Setelah gue open up tentang kondisi gue yang udah memutuskan untuk stop konsumsi obat penahan nafsu makan, karena ga baik untuk gue yang ada Bipolar Disorder dan bahaya untuk jantung.
Banyak banget support yang gue dapet dan yang bilang kalo mereka merasa dikuatkan dengan keberanian gue untuk jujur dan tetep sayang dan nyaman sama diri sendiri," tulis Marshanda.
Meski kini badannya terlihat berisi, aktris 31 tahun ini tak peduli dengan komentar negatif dari netizen.
"Buat kalian yang dikelilingi dengan pengomentar seperti ini.. yg mengatasnamakan “gue bercanda” atau “ini nasehat yang baik buat lo” atau apapun..
Kekurusan atau kegemukan, yuk tunjukkin bahwa lo tetep nyaman sama diri lo sendiri. Tunjukkin kalo lo tetep sayang dan bangga dengan diri lo karena perbuatan2 lo yang berpengaruh baik buat diri sendiri & orang lain.
Kurus atau Gemuk bukan tolok ukur seseorang pantas atau tidak pantas diterima oleh lingkungan. Membuat diri sehat atau membuat diri sakit, itu yang harusnya jadi perhatian utama yg paling penting.