Denny Sumargo & Uya Kuya Buat Video Soal Masker, Kini 'Ditegur' Kang Emil, Densu: Saya Bisa Jelaskan
Denny Sumargo dan Uya Kuya buat video kocak mengenai penggunaan masker. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun bereaksi.
Penulis: Febriana Nur Insani
Editor: Suli Hanna
Reporter: Febriana Nur Insani
TRIBUNSTYLE.COM - Denny Sumargo dan Uya Kuya buat video kocak mengenai penggunaan masker. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun bereaksi.
Pandemi corona memang telah melanda Indonesia sejak setahun terakhir.
Masyarakat pun semakin terbiasa dengan sejumlah protokol kesehatan.
Mulai dari mencuci tangan, menjaga jarak, serta menggunakan masker.
Panduan menggunakan masker yang baik dan benar terus disosialisasikan.
Salah satunya anjuran agar tidak menurunkan masker ke dagu saat makan.
Baca juga: Masker Dobel, Kamar Terpisah, Ini 5 Cara Percepat Pemulihan Pasien Covid-19 Selama Isolasi Mandiri
Baca juga: Bagaimana Membedakan Masker Medis Asli dan Palsu? Tetap Waspada, Simak Cara dan Fakta-faktanya

Belum lama ini Denny Sumargo dan Uya Kuya mencuri perhatian publik lewat video kocak salah menafsirkan anjuran tidak menurunkan masker saat makan.
Aksi mereka langsung mendapat perhatian dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
Ia mengunggah video Denny dan Uya ke Instagramnya.
Denny tampak menafsirkan anjuran dengan cara tetap menggunakan masker saat makan.
Alhasil makanan tidak bisa masuk ke mulut.
Sementara Uya Kuya menafsirkan anjuran itu dengan cara menaikkan masker ke muka hingga menutup mata.
Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, akhirnya memberikan penafsiran yang tepat mengenai anjuran tidak menurunkan masker ke dagu saat makan.
Ia melepas masker kemudian melipatnya dan memasukkannya ke saku.

"Jangan turunkan masker ke dagu saat makan, dalam berbagai tafsir.
Jangan lupa cuci tangan pake sabun atau hand sanitizer sebelum dan sesudah megang apapun, termasuk buka pasang masker," tulis Kang Emil seperti dikutip TribunStyle.com dari Instagram pada Senin, 19 Juli 2021.
Postingan Kang Emil pun dibanjiri komentar beragam dari netter maupun public figure.
Denny dan Uya bahkan ikut merespons postingan Kang Emil.
@sumargodenny - Sabar pak sabarr, saya bisa jelaskan
@king_uyakuya - Tuh @sumargodenny dengerin kata pak @ridwankamil , itu yang bener .Kan udah dibilangin dari kmrn
@isdadahlia - Tuhhhh @king_uyakuya yg bener mah kang @ridwankamil
@afdhal_yusman - sukurin di repost loh kohhhh @sumargodenny
Masker Dobel, Kamar Terpisah, Ini 5 Cara Percepat Pemulihan Pasien Covid-19 Selama Isolasi Mandiri
Lonjakan kasus baru Covid-19 di Indonesia memang cukup mengkhawatirkan dalam beberapa waktu terakhir.
Banyak rumah sakit penuh diisi pasien positif Covid-19.
Pemerintah pun mengambil kebijakan agar pasien Covid-19 tanpa gejala dapat melakukan isolasi mandiri di rumah.
Melakukan isolasi mandiri di rumah, tentu bukan perkara mudah karena harus menangani kesehatan sendiri.

Namun, ada kiat-kiat yang dapat dilakukan oleh pasien bergejala ringan.
Hal tersebut disampaikan oleh dr. Andi Khomeini Takdir, Sp.PD (K-Psi), Dokter Spesialis Penyakit Dalam & Konsultan Penyakit Dalam Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet.
Apa saja yang harus dilakukan? Simak poin-poinnya di bawah ini!
1. Masker dobel

Ketika melakukan isolasi di rumah, pasien dianjurkan mengenakan masker dobel.
Masker dua lapis dinilai mampu menaikkan proteksi dari 60 persen menjadi 90 persen.
Berdasar postingan di akun Instagram resmi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), masker yang dipakai adalah masker medis di bagian dalam dan masker kain di bagian luar.
Tak hanya pasien saja, masyarakat juga dianjurkan untuk memakai masker dobel tersebut.
2. Kamar terpisah

Apabila masih tinggal dengan keluarga atau kerabat, pastikan untuk memiliki kamar yang terpisah.
Selain itu jendela kamar harus terbuka agar mendapat sinar matahari.
Dengan kamar yang terpisah ini, memungkinkan untuk tidak sharing barang atau makanan dengan orang lain.
Sehingga tidak memilki potensi menularkannya ke orang rumah.
3. Terus konsultasi dengan dokter

Walaupun menjaga kesehatan sendiri, pastikan konsultasi dengan dokter apabila terjadi sesuatu.
Hindari melakukan diagnosa diri karena akan berakibat fatal.
Juga jangan mengikuti saran dari Google atau pesan WhatsApp yang belum terbukti kebenarannya.
Apalagi gejala semakin berat, harus segera menghubungi dokter.
Konsultasi dokter bisa dilakukan melalui daring, media sosial, atau mengontak langsung.
4. Jaga pola makan

Pola makan adalah hal yang penting agar pasien dapat cepat sembuh.
Apalagi tidak sedikit pasien yang tidak bisa merasakan makanan karena gejala Covid-19.
Hal tersebut membuat pasien menjadi tidak nafsu makan.
Pastikan untuk makan teratur dengan gizi yang seimbang.
Keluarga diminta mendukung dengan mengusahakan makanan yang membuat pasien berselera.
5. Berpikir positif

Selain kiat-kiat dari luar, diperlukan juga sugesti dari dalam diri.
Hal ini juga disebutkan oleh artis Ben Kasyafani, yang sempat positif Covid-19 tahun lalu.
Dirinya selalu berusaha berpikir positif dan tidak menjadikan Covid-19 kambing hitam.
“Tahun lalu saya terkonfirmasi positif Covid-19 dan melakukan isolasi mandiri di rumah.
Secara total saya melakukan isolasi mandiri di kamar sendiri selama 20 hari.
Anak dan istri saya dites dan menunjukkan hasil negatif, sehingga kami memisahkan diri,”
“Bagi yang menjalani isolasi mandiri, kita harus terus berpikir positif.
Energi kita harus fokus untuk mencari solusi dari pandemi ini.
Mulailah mencari informasi mengenai Covid-19 yang benar agar kita bisa cepat mencari solusinya,” ujarnya.
(TribunStyle.com/Febriana,Tribunnewsmaker/Talitha)