Breaking News:

SOSOK Seto, Peserta Masterchef Indonesia, Buat Chef Juna Ngamuk Hingga Lempar Piring, Ternyata Dosen

Inilah sosok Seto kontestas Masterchef Indonesia yang buat Chef Juna marah hingga lempar piring sampai pecah.

Editor: Monalisa
Instagram chefjuna, YouTube MasterchefIndonesia
Sosok Seto, kontestan Masterchef Indonesia yang buat Chef Juna marah hingga lempar piring 

Setahun kemudian, Juna pindah ke Uptown Sushi yang merupakan restoran sushi nomor satu di Houston, ia juga dipercaya untuk menjadi Executive Chef di sana.

Merasa jenuh dengan masakan Jepang, Juna pindah ke restoran Perancis yang bernama The French Laundry.

Di sana, ia kembali belajar dari awal dan dilatih dengan baik dan disiplin.

Berkat kemampuannya yang sangat baik, membuat pria asal Manado, Sulawesi Utara, ini kini menjadi koki yang sangat berbakat dan terkenal.

Pada 2016, ia membuka restoran di daerah Kuningan, Jakarta Selatan.

Restoran pertamanya yang di beri nama Correlate yang tepatnya di lantai lobi gedung Menara Rajawali.

Selain MasterChef Indonesia, Chef Juna juga pernah mengisi acara televisi lain, di antaranya Arjuna, Hell's Kitchen Indonesia, dan DCODE: The Progressive Project. Juna juga pernah bermain dalam film berjudul 13: The Haunted.

4. Makanan kesukaan tak terduga

Chef Juna Rorimpandey mengatakan, banyak yang salah mengira tentang makanan Indonesia yang menjadi kesukaannya.

DI channel yooutube chef Arnold Purnomo, seorang warganet menanyakan makanan kesukaan kedua chef yang sama-sama menjadi juri di Master Chef Indonesia itu.

"Kalau yang halal bebek betutu di Bali, tapi harus yang otentik ya, bebek betutu itu beda," kata Juna seperti dikutip Kompas.com, Jumat (2/10/2020).

Chef Juna melanjutkan, selama ini banyak orang yang mengira makanan kesukannya adalah somay.

"Jadi gue lebih suka makanan Bali. Cuma orang kadang salah kaprah gue kan sering bilang somay itu yang paling tidak bisa dilawan, jadi kalau dikasih selalu makan," lanjutnya.

Pria berambut gondrong ini bercerita, dia lama tinggal di Bali, sebelum akhirnya berkuliah di Jakarta dan menetap di Amerika Serikat.

Sebelum berangkat ke AS saya besar di Bali, 93 tamat SMA, sampai 97 kuliah di Jakarta, tapi setiap liburan pergi ke Bali," ucap Chef Juna.

5. Tepis anggapan galak

Juna mengungkapkan alasan kerap terlihat sangat tegas bahkan terkesan galak saat menjadi juri di Master Chef Indonesia.

Tak hanya Juna, Chef Arnold Poernomo dan Chef Renatta Moeloek yang juga menjadi juri tak segan menegur atau berkomentar pedas terhadap para kontestan.

Juna bercerita, biasanya mereka bertiga saling memahami alur emosi masing-masing.

"Para juri ini saling melengkapi jadi kalau salah satu ada yang konslet, jadi yang lain diam," kata Juna.

Menurut Juna, tugas mereka sebagai koki sekaligus juri bagi para kontestan bukanlah pekerjaan yang mudah.

"Karena pekerjaan ini memang sangat stressfull kalian aja enggak tahu, di mana kita sebagai eksekutif chef biasanya kami pegang control the whole kitchen, temponya kita yang jalan dan selalu enggak mau tahu harus bisa jadi," tutur Juna.

"Sementara kalau diproduksi ini orangnya ada 100, yang megang tempo cuma kita, dan ada aja masalah yang mereka sendiri semua lepas tangan," lanjutnya.

Lagipula, kata Juna, semua yang dia tunjukan itu adalah realitas yang sebenarnya dari pekerjaan seorang koki yang profesional.

"Di Master Chef yang dilihat sama orang adalah kejam, sadis padahal asal kalian tahu, my attitude apalagi waktu season 1 dan 2 itu adalah the real attitude saat di profesional kitchen, itu yang orang awam banyak tidak tahu," tambah Juna. (Surya.co.id/Putra Dewangga Candra Seta)

Baca artikel lain tentang Masterchef Indonesia di sini

Sumber: Surya
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved