Doa Muslim
Panen Pahala, 5 Keutamaan Al Fatihah yang Tak Banyak Muslim Tahu, Termasuk Surat Paling Agung
Berikut 5 keuatmaan membaca Al Fatihah yang tak banyak muslim tahu, jadi ladang pahala. Termasuk surat paling agung hingga surat untuk rukyah.
Penulis: Triroessita Intan
Editor: Triroessita Intan Pertiwi
Reporter : Triroessita Intan Pertiwi
TRIBUNSTYLE.COM - Berikut 5 keutamaan membaca Al Fatihah yang tak banyak muslim tahu, jadi ladang pahala.
Al Fatihah menjadi surat paling sering dibaca oleh muslim setiap harinya, lantaran dibaca di berbagai kesempatan, temasuk sholat fardu dan sunnah.
Makna dari surat Al Fatihah sendiri adalah pembuka karena Al Fatihah jugalah surat pembuka Al Quran.
Surat pertama dalam Al Quran ini termasuk surat Makiyah (diturunkan di Makkah) dan terdiri dari 7 ayat.
Berbeda dari surat-surat lain di dalam Al Quran, berikut 5 keutamaan membaca Al Fatihah:
1. Surat terbaik yang belum diturunkan sebelumnya
Dikutip dari umma.id, hal ini diperkuat lewat hadits yang dituturkan oleh Ubay ibn Ka’ab bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Allah SWT tidak pernah menurunkan surat dalam kitab injil atau taurat yang seperti Surat Al Fatihah yakni al Sa’bul Matsani” (HR. Tirmidzi)

Baca juga: 5 Doa Agar Rezeki Melimpah, Biasa Dilakukan Nabi SAW Setelah Sholat Subuh & Sebelum Berangkat Kerja
Baca juga: 3 Rumah yang Dijauhi Malaikat Pembawa Rahmat: Kediaman Istri yang Memalingkang Wajah dari Suami
2. Surat yang paling agung di dalam Al Qur’an
Al Fatihah menjadi surat yang agung dalam Al Qur’an.
Hal ini terbukti pada suatu hari Rasulullah SAW pernah bersabda pada Sa’ad ibn al Mu’alla yang berbunyi: “Saya akan mengajarkan padamu surat teragung di dalam Al Qur’an yakni Alhamdulillahi rabbil Alamin. Ia adalah al Sa’bul Matsani dan Al Qur’an al Adzim yang diberikan kepadaku." (HR. Muslim)
3. Surat rukyah
Al Fatihah yang menjadi surat rukyah diceritakan oleh Said al Khudri.
Said al Khudri bercerita: “Kami pernah berada dalam perjalanan, lalu kemudian kami singgah hingga tiba-tiba datanglah seorang budak perempuan, ia berkata ‘Kepala suku kami tersengat binatang sedang orang-orang kami tak ada di tempat. Adakah di antara kalian yang bisa merukyah?’
Lalu seorang dari mereka berdiri dan pergi. Awalnya, mereka tak menyangka bahwa orang yang berdiri bisa merukyah. Orang itu pun lalu membacakan rukyah hingga kepala suku dari budak perempuan itu pun sembuh. Kepala suku pun memberikan ia tiga puluh ekor kambing, sementara mereka diberikan susu. Setelah kembali, orang itu pun ditanya oleh teman-temannya, lalu ia menjawab “Tak ada yang kubaca dalam rukyah selain Ummul Kitab”