Breaking News:

IKUT Reuni di Tengah Pandemi, 3 Lansia Positif Covid-19, Kepala DKK Gemas: Udah Tua Kumpul-kumpul

Tiga lansia di Kota Solo terpapar Covid-19 setelah ikut reuni dan bertemu dengan teman dari luar kota. Kepala DKK mengaku gemas.

Penulis: Octavia Monalisa
Editor: Suli Hanna
Shutterstock
Ilustrasi, Lansia rentan terpapar Covid-19 

Mereka justru lansia yang sebenarnya sangat rentan terpapar Covid-19.

Ilustrasi virus corona
Ilustrasi virus corona (Shutterstock)

'Iki bukan nom-noman (anak muda).

Lansia wong tuo (orangtua).

Lansia saiki model wes tuo kumpul-kumpul reuni ( lansia sekarang model sudah tua masih kumpul-kumpul reuni," ucap Siti gemas.

Untuk itulah Siti berharap agar masyarakat Indonesia, khususnya warga Solo tetap mawas diri.

Tak lupa untuk tetap mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 ini.

Sudah Masak Banyak, Calon Pengantin Malah Positif Covid-19, Resepsi Tinggal Beberapa Jam Dibatalkan

Sementara itu, kasus Covid-19 juga dialami oleh pengantin asal Sragen.

Akibat terpapar Covid-19, pengantin ini terpaksa membatalkan resepsi pernikahan mereka.

Padahal undangan sudah disebar, catering yang dimasak oleh warga sekitar juga sudah disiapkan.

Tak hanya sepasang pengantin ini saja, orangtua dari mempelai laki-laki ternyata juga terkonfirmasi Covid-19.

Alhasil resepsi pernikahan yang tinggal beberapa jam saja itu pun terpaksa dibatalkan.

Pembatalan resepsi pernikahan ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 semakin meluas.

Pasalnya, jika resepsi pernikahan ini tetap terlaksana dapat dibayangkan penularan Covid-19 akan menyebar dengan cepat.

Baca juga: Kasus Covid-19 Jabar Memuncak Disusul Jawa Tengah, UPDATE Virus Corona Nasional Selasa 1 Juni 2021

Baca juga: Kisah Tukang Jamu di Solo Taati Prokes, Pembeli Aman, Upaya Jaga Imun di Pandemi Covid-19 Terpenuhi

Pasien corona sedang ditangani tim medis
Pasien corona sedang ditangani tim medis (Courtesy of Samaritan's Purse)

Seperti diketahui meski pesta pernikahan selama pandemi wajib dilaksanakan sesuai protokol kesehatan, namun tak jarang pelanggaran masih sering terjadi.

Terbukti dengan masih adanya tamu undangan yang berfoto dengan mempelai.

Parahnya kebanyakan tamu undangan akan membuka masker mereka.

Menanggapi kasus pembatalan resepsi pernikahan tersebut, Bupati Sragen, Untung Yuni Sukowati angkat bicara.

Ia menjelaskan bahwa pengantin tersebut sebelumnya sudah lebih dulu menggelar akad nikah.

Bahkan sang pengantin sudah hamil namun keguguran.

Lantaran kondisi itulah, sang pengantin melakukan pemeriksaan di rumah sakit.

Saat menjalani pemeriksaan dan melakukan swab antigen diketahui sang pengantin baru positif Covid-19.

"Setelah dibersihkan ke rumah sakit, semua yang memerlukan tindakan medis harus dilakukan swab antigen, ternyata hasilnya positif," kata Bupati, dikutip TribunStyle.com dari TribunSolo.com.

Setelahnya satgas Covid-19 tingkat Kecamatan pun langsung melakukan tracing.

Dari hasil tracing didapati, suami dan keluarganya positif Covid-19.

"Kita lakukan tracing ke orang terdekat, yang tentunya suami dan keluarga inti," kata Bupati

Ilustrasi pernikahan dan virus corona
Ilustrasi pernikahan dan virus corona (freepik.com/freepic.diller dan Harryarts)

Lantaran banyaknya keluarga yang terpapar Covid-19, maka terpaksa acara resepsi yang tinggal menunggu jam tersebut dibatalkan.

"Pada hari Minggunya kan akan menggelar resepsi, terpaksa kita batalkan, jadi ketemu sebelum resepsi, itu yang harus kita jaga (pencegahan)," kata dia.

Bukan hanya keluarga pengantin, kini pihak Satgas Covid-19 juga tengah menanti hasil swab warga yang membantu masak-masak untuk acara resepsi.

"Bisa juga yang rewang berhari-hari ini pun kita akan lakukan swab juga hari ini, hasilnya belum keluar," pungkasnya. (TribunStyle.com/Octavia Monalisa)

#Covid-19 #KotaSolo #lansia

Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved