Sejarah di balik Hari Kebangkitan Nasional, Bertepatan dengan Berdirinya Organisasi Boedi Oetomo
Inilah sejarah ditetapkannya 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional, diperingati pada hari lahir organisasai Boedi Oetomo
Penulis: Anggie Irfansyah
Editor: Triroessita Intan Pertiwi
Usul tersebut diterima oleh dr. Wahidin, kemudian Soetomo dan teman-temannya menyiapkan pertemuan besar.
Mereka mendanai sendiri pertemuan tersebut bahkan ada yang sampai menjual sarung plekat yang kala itu sangat laris.
Pertemuan tersebut akhirnya terlaksana pada 20 Mei 1908, kemudian lahirlah organisasi yang lengkap dengan peraturan dasar hingga pengurus organisasinya.
Arti Boedi Oetomo
Organisasi tersebut diberi nama Boedi Oetomo, Budi artinya kepribadian dan Utomo artinya luhur.
Bahasa yang dipakai adalah bahawa Melayu, hal ini dilakukan untuk menunjukkan nasionalismu dari perkumpulan tersebut.
Lahirnya Boedi Oetomo langsung disambut oleh para pelajar dari bebagai daerah di Indonesia.
Dalam waktu satu tahun saja, anggotanya sudah mencapai 10.000 orang.
Pada masa itu, perkumpulan semacam ini baru pertama kalinya di Indonesia.
Dalam organisasi tersebut banyak pemuda Indonesia yang melatih dirinya menjadi pemimpin dari berbagai organisasi pergerakan kemerdekaan yang lahir kebudian.
Karena itulah, 20 Mei diperingati menjadi Hari Kebangkitan Nasional, karena Bangsa Belanda waktu itu melihat lahirnya Boedi Oetomo sebagai bangkitnya Indonesia.
Penetapan 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional
Tanggal 20 Mei diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional yang ditetapkan sejak 1959.
Hal tersebut ditetapkan oleh pemerintah Indonesia melalui Keppres No. 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959 untuk memperingati peristiwa kebangkitan nasional Indonesia.
Tanggal 20 Mei dipilih karena pada tanggal tersebut Boedi Oetomo berdiri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/hari-kebangkitan-nasional_20180520_150838.jpg)