Breaking News:

Virus Corona

NEKAT Mudik, Lebih dari 4 Ribu Pemudik Positif Covid-19, Batal Ketemu Keluarga, Berakhir Diisolasi

Bahaya mudik di tengah pandemi, lewat tes acak di sejumlah pos penyekatan, sebanyak lebih dari 4.000 pemudik teridentifikasi positif Covid-19.

Penulis: Octavia Monalisa
Editor: Dhimas Yanuar
YouTube Kompas TV
Lebih dari 4000 pemudik positif Covid-19 

Reporter: Octavia Monalisa

TRIBUNSTYLE.COM - Meski dilarang, arus mudik di tengah pandemi Covid-19 terus meningkat.

Akibatnya kini lebih dari 4.000 pemudik terindentifikasi positif Covid-19.

Niat hati pulang kampung bertemu keluarga, ribuan pemudik ini justru harus menjalani isolasi mandiri lantaran positif Covid-19.

Hal ini diungkap Menko Perekonomian sekaligus Ketua Tim Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi, Airlangga Hartarto.

Airlangga Hartarto mengungkapkan total ada 4.123 pemudik positif Covid-19.

Jumlah ini didapatkan lewat tes Covid-19 secara acak di sejumlaj pos penyekatan mudik.

Baca juga: KISAH-kisah Nekat Pemudik Meski Dilarang Pemerintah, 6 Hari Jalan Kaki, hingga Sembunyi di Bak Truk

Baca juga: SESAL Pemudik Nekat Pulang Kampung, Lolos Penyekatan, Kini Terancam Lebaran di RS Karena Covid-19

Seorang pria nekat mudik, sembunyi di dalam mobil boks saat terjaring di Pos Penyekatan Gentong, Tasikmalaya, Kamis (6/5/2021).
Seorang pria nekat mudik, sembunyi di dalam mobil boks saat terjaring di Pos Penyekatan Gentong, Tasikmalaya, Kamis (6/5/2021). (Istimewa via Tribun Jabar)

Hasil tersebut didapat dari tes Covid-19 yang diikuti oleh lebih dari 6.000 pemudik.

"Pengetatan (larangan mudik) oleh Polri di 381 lokasi dan Operasi Ketupat.

Jumlah pemudik random testing dari 6.742, konfirmasi positif 4.123 orang," kata Airlangga dalam konferensi pers, Senin (10/5/2020), dikutip dari YouTube Kompas TV.

Alhasil impian pemudik untuk bertemu keluarga pun pupus.

Sebanyak lebih dari 1.000 orang wajib menjalani isolasi manditi.

Sementara untuk 75 orang lainnya dirawat di rumah sakit.

Selain itu Menko Perekonomian ini juga menyebut lebih dari 41.000 kendaraan dipaksa putar balik.

"Ada sekitar 41.097 kendaraan yang dipaksa putar balik ke rumah asal.

Sementara itu, 306 travel gelap telah ditindak" ungkapnya lagi.

Waspada, Suara Serak Hingga Nyeri Otot Masuk Gejala Covid-19, Ini 13 Tanda Lain yang Wajib Dipahami

Sementara itu, ada beberapa gejala Covid-19 yang harus dipahami masyarakat di tengah pandemi.

Pasalnya seringkali gejala Covid-19 tak melulu mengalami batuk dan flu.

Dilansir dari hertfordshiremercury.co.uk, para ahli telah mengumpulkan daftar dari 15 gejala yang jadi penanda infeksi Covid-19.

Para ahli juga menyarankan untuk orang dengan 15 gejala berikut, sebaiknya mulai melakukan karantina mandiri.

Apa saja 15 gejala yang perlu diwaspadai? Simak daftar berikut ini:

Zoe Covid Symptom Study, sebuah penelitian terkemuka di Inggris yang bekerja dengan ahli epidemiologi King's College London menyusun daftar gejala yang perlu diwaspadai.

Daftar ini digunakan oleh Kantor Statistik Nasional di Inggris untuk memprediksi jumlah kasus di negaranya.

15 gejala corona yang perlu diperhatikan, meliputi:

1. Batuk terus-menerus

2. Demam tinggi

3. Kehilangan indera perasa dan penciuman

4. Sakit kepala

5. Kelelahan dan kelelahan parah

6. Ruam kulit

7. Kehilangan selera makan

8. Sakit tenggorokan

9. Nyeri otot yang tidak biasa

10. Kebingungan atau delirium

Baca juga: Reza Arap Usul Disuntik Vaksin Covid-19 ke Presiden Jokowi, Beberkan Kelebihannya: I Have Brain

11. Diare

12. Sesak napas

13. Sakit dada

14. Suara serak

15. Sakit perut

Gejala umum dan ' covid tongue '

Dari daftar tersebut, gejala yang sering dilaporkan di Inggris, antara lain sakit kepala, kelelahan, kehilangan nafsu makan, nyeri otot, diare, ruam kulit dan kebingungan, serta delirium pada orang tua.

Masih dari Hertfordshire Mercury, para ahli juga mengawasi ' covid tongue ', yaitu gejala kemerahan, bengkak, atau bisul pada mulut.

Studi serupa juga diterbitkan oleh British Medical Journal tentang daftar klaster dengan gejala Covid yang paling umum.

Mereka mengidentifikasi klaster dengan kasus penyakit ringan dan parah.

Covid Tongue menjadi gejala baru Covid-19.
Covid Tongue menjadi gejala baru Covid-19. (BrightSide/Pinterest)

Hampir setengah dari pasien di klaster paling parah membutuhkan dukungan rumah sakit.

- Seperti flu tanpa demam

Gejalanya berupa sakit kepala, penciuman, nyeri otot, batuk, sakit tenggorokan, nyeri dada, dan tidak demam.

- Seperti flu disertai demam

Gejalanya berupa sakit kepala, penciuman, batuk, sakit tenggorokan, suara serak, demam, dan kehilangan nafsu makan.- Gastrointestinal

Baca juga: Sekeluarga Sempat Terpapar Covid-19, Tika Ramlan Hampir Kehilangan Sang Ibunda: Dunia Seakan Ambruk

Gastrointestinal ialah muntah dan diare akibat infeksi atau peradangan pada dinding saluran pencernaan, terutama lambung.

Gejalanya ditandai dengan sakit kepala, bau badan, nafsu makan hilang, diare, sakit tenggorokan, nyeri dada, dan tidak ada batuk.

- Gejala berat level 1, kelelahan

Ditandai dengan Sakit kepala, penciuman, batuk, demam, suara serak, nyeri dada, dan kelelahan.

- Gejala berat level 2, kebingungan

Ditandai dengan sakit kepala, kehilangan penciuman, kehilangan nafsu makan, batuk, demam, suara serak, sakit tenggorokan, nyeri dada, kelelahan, kebingungan, dan nyeri otot.

- Gejala berat level 3, perut dan pernapasan

Ditandai dengan sakit kepala, kehilangan penciuman, nafsu makan hilang, batuk, demam, suara serak, sakit tenggorokan, nyeri dada, kelelahan, kebingungan, nyeri otot, sesak nafas, diare, dan sakit perut.

(TribunStyle.com/Octavia Monalisa)

#Covid-19 #mudik

Sumber: TribunStyle.com
Tags:
Covid-19virus coronaOctavia Monalisalarangan mudik 2021Lebaran 2021mudik
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved