Ramadhan 2021
Apakah Wanita Haid Bisa Mendapatkan Bagian Lailatul Qadar? Ini Amalan Sunahnya selama Ramadhan
Apakah wanita haid bisa mendapatkan bagian Lailatul Qadar? Ini penjelasan serta amalan sunah yang masih bisa dilakukan.
Penulis: Gigih Panggayuh Utomo
Editor: Suli Hanna
“Bagaimana pendapatmu tentang wanita nifas, haid, musafir, dan orang yang tidur?
Apakah mereka bisa mendapatkan bagian dari lailatul qadar?”
Adh-Dhahak pun menjawab, “Iya, mereka tetap bisa mendapatkan bagian.
Setiap orang yang Allah terima amalannya akan mendapatkan bagian lailatul qadar.”
Keterangan ini menunjukkan bahwa wanita haid, nifas dan musafir tetap bisa mendapatkan bagian lailatul qadar.
Hanya saja, wanita haid dan nifas tidak boleh melaksanakan salat.
Amalan Sunah yang Bisa Dilakukan Wanita Haid selama Ramadhan
Untuk bisa mendapatkan banyak pahala ketika lailatul qadar, wanita haid atau nifas masih memiliki banyak kesempatan ibadah.
Di antara bentuk ibadah yang bisa dilakukan yakni berzikir, seperti tasbih (mengucapkan subhanallah), tahlil (lailaha illallah), tahmid (alhamdulillah) dan yang semisal dari itu.
Maka perbanyak mengucapkan 'subhanallah, wal hamdulillah, wa la ilaha illallah, wallahu akbar, wa subhanallah wa bihamdihi, wa subhanallahu al’adzim'.
Selain itu, bagi perempuan haid, juga dianjurkan untuk beristigfar, maka perbanyak mengucapkan 'astagfirullah'.
Ibadah lain yang bisa dilakukan perempuan yang sedang haid adalah berdoa.
Rasulullah SAW bersabda:
“Doa adalah ibadah.” (HR. Tirmizi disahihkan oleh Al-Albany dalam sahih Tirmizi).
Dari beberapa keterangan di atas, amalan sunah yang masih dapat dilakukan wanita haid atau nifas itu adalah berzikir dengan membaca tasbih (subhanallah), tahlil (la ilaha illallah), tahmid (alhamdulillah), istigfar (astaghfirullah), dan berdoa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/ilustrasi-wanita-berhijab-berdoa.jpg)