Breaking News:

Ramadhan 2021

Kapan Sujud Sahwi Dilakukan? Ini Penjelasan Ustaz Khalid Basalamah tentang Cara dan Doa Sujud Sahwi

Sujud sahwi berarti sujud yang dilakukan karena lupa membaca bacaan tertentu atau lupa mengerjakan gerakan tertentu dalam shalat. Ini tata caranya.

freepik.com
Ilustrasi sujud sahwi 

TRIBUNSTYLE.COM - Apa itu sujud sahwi? Simak penjelasan Ustaz Khalid Basalamah serta tata cara dan doa saat melakukan sujud sahwi.

Sujud merupakan salah satu gerakan yang termasuk dalam rukun shalat.

Dalam KBBI, sujud diartikan berlutut serta meletakkan dahi ke lantai dan juga sebagai bentuk pernyataan hormat dengan berlutut serta menundukkan kepala sampai ke tanah.

Dalam praktiknya, gerakan ini dilakukan dengan dahi, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan ujung jari kaki yang menempel pada lantai, seperti dalam salat pada umumnya.

Namun perlu diketahui, sujud tak hanya dilakukan umat Islam ketika saat salat saja.

Ada empat macam sujud, yaitu sujud dalam shalat, sujud syukur, dan sujud tilawah, sujud sahwi.

Ustaz Khalid Basalamah saat menjelaskan tentang sujud sahwi
Ustaz Khalid Basalamah saat menjelaskan tentang sujud sahwi (YouTube Khalid Basalamah Official)

Adapun dalam artikel ini, akan dibahas mengenai sujud sahwi.

Ustaz Khalid Basalamah dalam ceramahnya menerangkan, Sahwi artinya kelalaian.

Bila seseorang dalam salatnya lupa membaca bacaan tertentu atau lupa mengerjakan gerakan tertentu dalam shalat, maka dianjurkan untuk menutupnya dengan sujud sahwi.

Dengan demikian, sujud sahwi berarti sujud yang dilakukan karena lupa membaca bacaan tertentu atau lupa mengerjakan gerakan tertentu dalam shalat.

Ada beberapa sebab-sebab sujud sahwi dilakukan, diantaranya:

  • Karena lupa duduk tahiyat awal
  • Karena ragu-ragu jumlah rakaat yang dikerjakan
  • Karena rakaat yang dikerjakan kurang
  • Karena rakaat yang dikerjakan kelebihan. 

Beberapa riwayat yang menceritakan tentang sujud sahwi, yakni:

Artinya: “Apabila salah seorang dari kalian ragu dalam salatnya, dan tidak mengetahui berapa rakaat dia salat, tiga ataukah empat rakaat, maka buanglah keraguan dan ambillah yang yakin. Kemudian sujudlah dua kali sebelum salam. Jika ternyata dia salat lima rakaat, maka sujudnya telah menggenapkan salatnya. Lalu jika ternyata salatnya memang empat rakaat, maka sujudnya itu adalah sebagai penghinaan bagi setan.” [HR. Muslim no. 571]

Rasulullah juga pernah lupa tidak melakukan tarsyahud awal dan melakukan sujud sahwi.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved