Breaking News:

BREAKING NEWS Bom Meledak di depan Gereja Katedral Makassar, Warga Berlarian

Warga Makassar dikejutkan dengan informasi sebuah bom meledak di depan Gereja Katedral Jl Kajaolalido Makassar, Minggu (28/3/2021), pagi.

MTVN
ilustrasi bom 

Tak banyak yang tahu, ternyata selama ini Hambali cs mendekam dalam penjara yang mengerikan di Amerika Serikat.

Diketahui Hambali bersama dua orang rekannya didakwa terlibat dalam serangan bom pada tahun 2002-2003 tersebut.

Mereka adalah Encep Nurjaman alias Hambali, Muhammad Nazir Bin Lep dan Muhammad Farik Bin Aman.

Baca juga: Filipina Ungkap Identitas Pelaku Bom Bunuh Diri di Jolo, Diduga Salah Satunya Warga Negara Indonesia

Baca juga: Terbongkar, Polisi Peringkus Pencekik Polantas Ternyata Pernah Viral Saat Bom Thamrin, Ini Sosoknya

Karangan bunga untuk korban Bom Bali di Monumen Bom Bali, Kuta, Badung, Sabtu (12/10/2019).
Karangan bunga untuk korban Bom Bali di Monumen Bom Bali, Kuta, Badung, Sabtu (12/10/2019). (KOMPAS.com/ IMAM ROSIDIN)

Hambali diduga merupakan pemimpin dari gerakan Jama'ah Islamiyah, yang merupakan cabang dari Al-Qaeda di Asia Tenggara.

Melansir situs berita wuky.org, media berita dari University of Kentucky, Hambali dan dua tersangka lain sudah hampir 20 tahun berstatus sebagai tersangka.

Mereka ditahan oleh AS sejak 2003 di Thailand, lalu mereka dipindahkan ke kamp militer AS di Teluk Guantanamo, Kuba, pada tahun 2006.

Ketiganya dituduh merencanakan dan membantu melaksanakan serangan mematikan pengeboman klub malam di Bali tahun 2002 yang membunuh 202 korban.

Setahun kemudian mereka beraksi kembali lakukan pengeboman di Hotel J.W. Marriott di Jakarta, menewaskan 11 orang dan lusinan alami luka-luka.

Kasus terhadap ketiganya dilaporkan telah ditunda selama administrasi Trump, setelah pejabat militer menolak untuk menghukum hanya Hambali saja.

Pentagon tampaknya melanjutkan pengadilan militer ketiganya di bawah administrasi Biden.

Halaman
1234
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved