The Panturas Rilis Single Terbaru, 'Tafsir Mistik', Terinspirasi Gitaris Prancis Era Perang Dunia II
Band surf-rock The Panturas rilis single terbaru secara digital, pengantar menjelang rilisnya album yang kedua. Judulnya 'Tafsir Mistik'.
Penulis: Gigih Panggayuh Utomo
Editor: Triroessita Intan Pertiwi
Boleh dibilang, ini merupakan sebuah lagu yang bercorak musikal berbeda dari grup band asal Jatinangor, Jawa Barat, tersebut.
Mereka menantang kebiasaan lama membawakan nomor-nomor surf-rock bertempo cepat.
Kini mereka menciptakan sesuatu yang relatif lebih lambat, bahkan tergolong mendayu, dalam usaha meneladani langgam pop Melayu yang identik dengan nama-nama legendaris seperti D’Lloyd atau The Mercy’s.
Dalam menciptakan lagu Tafsir Mistik, The Panturas terinspirasi dari gitaris asal Prancis era setelah Perang Dunia II.
Ia adalah Django Reinhardt, seorang pemain gitar gypsy-jazz asal Prancis.
Django termasuk musisi tersohor era setelah Perang Dunia II dengan karakter istimewa, 'dua jari pada fret'.
Sosok itulah yang mengilhami vokalis dan gitaris The Panturas, Abyan Zaki Nabilio (Acin), untuk menuliskan lagu Tafsir Mistik.
Ia mengaku begitu terobsesi sehingga dorongan kreatif yang timbul dirasakan bersifat personal.
Mengenai lirik, Acin menggali keresahan yang tak kalah personalnya.
Ia mengiris problematika sosial, terutama dengan banyak bertebarannya para pemikir karbitan era sosial media.
Kehadiran mereka membuat kondisi semakin bias, semakin mengaburkan pemahaman akan makna nilai-nilai baru di masyarakat.
Demikianlah, kemudian Acin memanggil semua orang itu dengan sebutan manusia setan.
Berikut ini lirik lagu Tafsir Mistik beserta musik videonya.
Lirik Lagu Tafsir Mistik
wahai setan yang bersembunyi di antara makna
dan tak mempan diusir dengan ruqyah
merasuki bangunan kepala
dan mengendap hingga jadi lumrah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/the-panturas-grup-band-asal-jatinangor.jpg)