Breaking News:

INGAT Aulia Kesuma, Pembunuh & Bakar Jasad Sahabat Al Ghazali? Divonis Hukuman Mati, Tunggu Eksekusi

Kabar terbaru Aulia Kesuma ibu tiri yang bunuh suami dan sahabat Al Ghazali kini tinggal menanti eksekusi hukuman mati.

Editor: Monalisa
Istimewa, Instagram @alghazali
Aulia Kesuma, ibu tiri pembunuh sahabat Al Ghazali kini menanti dieksekusi hukuman mati 

TRIBUNSTYLE.COM - Masih ingat dengan Aulia Kesuma otak pembunuhan suami dan M Adi Pradana, anak tirinya yang tak lain adalah sahabat Al Ghazali? kini nasibnya tragis.

Bukan Agustus 2019 lalu, publik dihebohkan dengan kasus pembunuhan ayah dan anak yang dilakukan oleh sang ibu sendiri.

Pelaku pembunuhan tak lain adalah Aulia Kesuma dan putra kandungnya Geovanni Kelvin.

Kasus pembunuhan tersebut turut menyeret M Adi Pradana, sahabat Al Ghazali.

Diketahui sahabat putra Maia Estianty ini tewas terbakar di dalam mobilnya yang sudah direncakan oleh sang ibu tiri, Aulia Kesuma.

Atas kejahatannya Aulia dan sang putra divonis hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Baca juga: PUKUL Kepala Anak Kades Hingga Tewas, Penyamaran Pelaku Pura-pura Ikut Cari Dibongkar Anak Sendiri

Baca juga: NASIB Mantan Pramugari, Berkorban Selamatkan Tunangan saat Mobil Terbakar, Kini Kondisinya Kritis

Aulia Kesuma, istri pembakar jenazah Pupung Sadili dan M Adi Pradana, suami dan anak tirinya
Aulia Kesuma, istri pembakar jenazah Pupung Sadili dan M Adi Pradana, suami dan anak tirinya (Kolase/ Istimewa)

Merasa tak puas, Aulia lantas mengajukan banding ke Mahkamah Agung.

Siapa sangka, nasib Aulia dan Geovanni Kelvin semakin tragis.

Kini Mahkamah Agung pun menolak banding ibu dan anak tersebut.

Amar putusan tersebut dikeluarkan Mahkamah Agung pada tanggal 3 Februari 2021.

"Tolak," tulis Mahkamah Agung dalam putusan yang dikutip KompasTV dari website resmi, Kamis (18/2/2021).

Majelis Hakim pemberi amar putusan terdiri dari Hakim Andi Samsan Nganro, Hakim Eddy Army, dan Hakim Gazalba Saleh.

Seperti diketahui, Aulia Kesuma alias Aulia binti Tianto Natanael membunuh suami dan anak tirinya di kediamannya, Lebak Bulus.

Cerita pembunuhan ini bermula karena Aulia terlilit utang miliaran rupiah.

Namun suaminya, Pupung, menolak membantu saat Aulia memintanya menjual rumah demi melunasi utang-utangnya.

Aulia yang merasa sakit hati dengan penolakan Pupung, kemudian merencanakan pembunuhan terhadap suaminya.

Dia pun menyertakan anak tirinya, Dana, dalam sebagai korban kedua.

Dalam pikirannya, jika keduanya mati, maka seluruh harta peninggalan Pupung akan jatuh ke tangannya.

Aulia tidak sendiri, dia mengajak Geovanni, Agus, Sugeng, Karsini, Rody Saputra, dan Supriyanto.

Atas kejahatan yang diperbuat Aulia dan Geovanni, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhi vonis hukuman mati.

Baca juga: 7 FAKTA Viral Video Bayi 4 Bulan Dicekoki Miras oleh Paman Sendiri, Kronologi hingga Ancaman Hukuman

Tak terima dengan vonis hukuman mati, melalui kuasa hukumnya, Aulia mengajukan upaya hukum secara berjenjang ke Pengadilan Tinggi hingga Mahkamah Agung.

Aulia juga sempat berkirim surat kepada Presiden Joko Widodo dan tujuh lembaga negara.

"Hari Jumat kami kirim permohonan keadilan ke delapan lembaga negara.

Ada presiden, wapres, Komisi III DPR, Menkumham, Ketua Pengadilan Tinggi (DKI Jakarta), Ketua MA, dan Komnas HAM, dan lain-lain," kata kuasa hukum Aulia Kesuma, Firman Candra, Selasa (23/6/2020).

Surat tersebut bukan hanya menuntut keadilan untuk kliennya, tapi juga untuk menuntut penghapusan hukuman mati dari sistem hukum Indonesia.

Menurut Candra, hukuman mati terlalu sadis untuk dijadikan hukuman dalam kasus pidana.

M Adi Pradana, Aulia Kesuma, Pupung Sadili
M Adi Pradana, Aulia Kesuma, Pupung Sadili (Kolase / Berbagai Sumber)

"Kami minta hukuman berubah lah. Jangan hukuman mati.

Ya kalau bisa angka (vonis penjara)," kata Candra.

Firman yakin dari fakta persidangan ada hal-hal yang meringankan Aulia.

"Padahal sekali lagi di pledoi banyak hal-hal yang meringankan kalau dilihat dari sudut pandang kita sebagai manusia," tambahnya.

Dalam sidang yang digelar secara "online", ibu dan anak ini terbukti merencanakan pembunuhan terhadap Edi Candra Purnama alias Pupung dan M. Adi Pradana dengan menyewa jasa orang lain sebagai eksekutor.

Dua eksekutor yakni Muhammad Nursahid alias Sugeng dan Kusmawanto alias Agus, divonis penjara seumur hidup.

Kini Aulia dan sang putra hanya menanti eksekusi hukuman mati atas perbuatan mereka.

Sebagian artikel ini telah tayang di kompas TV dengan judul Kasasi Ditolak, Aulia Kesuma Tetap Jalani Hukuman Mati

Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved