Buntut Kudeta Militer di Myanmar, Para Dokter & Staf Medis Mogok Kerja dan Kenakan Pita Merah
Staf di sejumlah rumah sakit pemerintah di seluruh Myanmar berhenti bekerja, kenakan pita merah sebagai protes terhadap kudeta militer di sana.
Penulis: Joni Irwan Setiawan
Editor: Amirul Muttaqin
Reporter: Joni Irwan Setiawan
TRIBUNSTYLE.COM - Staf di sejumlah rumah sakit pemerintah di seluruh Myanmar berhenti bekerja pada Rabu, (3/1/2021).
Mereka mengenakan pita merah sebagai protes terhadap kudeta militer yang menggulingkan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi dan memotong transisi menuju demokrasi.
Kampanye pembangkangan sipil adalah salah satu tanda pertama penolakan publik terhadap pengambilalihan militer di Myanmar pada Senin, (1/2/2021).
Hal tersebut mendapat kecaman baru dari Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya pada pertemuan G7.
Gerakan Pembangkangan Sipil Myanmar yang baru dibentuk mengatakan dalam sebuah pernyataan, para dokter di 70 rumah sakit dan departemen medis di 30 kota telah bergabung dalam protes tersebut.
Mereka menuduh tentara menempatkan kepentingannya di atas kesulitan orang-orang selama wabah virus corona yang telah menewaskan lebih dari 3.100 orang di Myanmar.
Hal itu merupakan salah satu korban tertinggi di Asia Tenggara.
Baca juga: 5 Fakta Kudeta Militer di Myanmar, Presiden dan Sejumlah Tokoh Ditangkap, Termasuk Aung San Suu Kyi
Baca juga: VIRAL Video Wanita Ini Santai Senam Aerobik saat Tegang Kudeta di Myanmar, Lagunya Ampun Bang Jago
“Kami benar-benar tidak dapat menerima ini,” kata Myo Myo Mon, yang termasuk di antara dokter yang berhenti bekerja, dikutip dari Reuters, Rabu, (3/1/2021).
“Kami akan melakukan ini dengan cara yang berkelanjutan.
Kami akan melakukannya dengan cara tanpa kekerasan.
Ini adalah rute yang diinginkan oleh konselor negara kami,” lanjutnya.
Partai National League for Democracy (NLD) Suu Kyi mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kantornya telah digerebek di beberapa daerah.
Serta mendesak pihak berwenang untuk menghentikan tindakan yang disebut tindakan melanggar hukum setelah kemenangannya dalam pemilihan 8 November.
Panglima Angkatan Darat Min Aung Hlaing merebut kekuasaan sebelum sidang parlemen pada Senin, (1/2/2021).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/staf-medis-memberi-salam-tiga-jari.jpg)