Breaking News:

KISAH Tragis 1 Keluarga Tewas, Ayah Ditemukan Gantung Diri, 2 Anaknya Penuh Lebam, Ada Kejanggalan

Tragis sekeluarga di Blitar tewas, ayah ditemukan gantung diri, 2 anaknya penuh luka lebam, polisi ungkap kejanggalan.

Surya.co.id/Imam Taufiq
Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela bersama para kasat berada di TKP menyelidiki kasus 1 keluarga tewas, Jumat (29/1/2021). 

Menurut warga, kematian korban dan dua anaknya itu cukup membuat tetangganya gempar.

Sebab, selama ini keluarga korban dikenal baik-baik saja dan hampir tak terdengar ada masalah.

Meski hidupnya bukan berkecukupan namun hal itu tak sampai jadi masalah.

Mereka itu hidup bertiga.

Suyani selain jadi bapak juga sekaligus jadi ibu dari kedua korban karena istrinya, Ny Titik, sudah setahun lalu meninggal dunia karena sakit.

Tentunya, korban memang terpukul karena ditinggal istrinya dan itu wajar.

"Selama ini mereka hidup damai, bahkan tiap akhir pekan terlihat ketiganya berangkat beribadah ke gereja.

Termasuk, hubungan dengan para tetangganya juga cukup baik," ungkap salah seorang tetangganya.

Ditambahkan, korban itu memang tergolong keluarga biasa.

Mereka menempati rumah berukuran 6x8 m2, yang dibangun sendiri.

Lokasi rumahnya berada di belakang di antara deretan rumah warga lainnya.

Bahkan, jalan yang menuju ke rumah korban hanya bisa dilewati sepeda motor.

Rumahnya cukup sederhana seperti dapur dindinnya masih terlihat bata merahnya.

Untuk menghidupi keluarganya, Suyani bercocok tanam.

Sebab, selain punya lahan garapan sendiri juga punya garapan dari lahan perhutani.

Itu tak jauh dari rumahnya dan ditanami tanaman seperti jagung, ketela, lombok, dll.

"Kalau soal makan, tak ada masalah.

Kadang, juga dapat kiriman uang dari anaknya yang pertama (Henok, usia 30).

Mereka bekerja di Timor-Timur dan sering mengirimi uang bapaknya," paparnya.

Awal ketahuan

Menurut Leonard, kasus yang menggegerkan warga itu terungkap dari anak korban, Henok, yang berada di Timor-Timor.

Jumat (29/1) pagi itu, tak bisa menghubungi bapaknya meski sudah beberapa kali ditelepon.

Meski nada terhubung namun tak diterima.

Tak hanya bapaknya namun HP adiknya, Nanda, juga demikian.

Karena khawatir dengan apa yang terjadi kepada keluarganya, ia telepon ke tetangganya, Nur Haya (19).

"Mulai pagi (Jumat (29/1) tak berhasil menghubungi bapak dan adiknya, ia (Henok) menghubungi tetangganya.

Intinya, minta tolong, untuk memberi tahu bapaknya, kalau ditelepon bolak-balik tapi nggak bisa," paparnya.

Hanya selang beberapa menit kemudian atau sekitar pukul 10.20 WIB, Nur Haya mengecek ke rumah korban.

Rumahnya bersebelahan dengan rumah korban.

Namun, pintu depan rumah korban terkunci sehingga ia mengecek ke pintu belakang.

Karena tak terkunci, ia lewat pintu dapur.

Betapa kagetnya Nur Haya, saat kakinya baru beberapa langkah berada di dalam rumah korban, terlihat tubuh Suyani menggantung. Itu terlihat dari luar karena

Pintu kamar korban terbuka.

"Kata Nur Haya, tadi pagi, korban masih terlihat beraktivitas di sekitar rumahnya. Namun, kok sudah terlihat seperti itu," ungkapnya.

Melihat korban dalam kondisi seperti itu, Nur Haya langsung keluar rumah sambil berteriak tolong-tolong dan warga langsung berdatangan.

Begitu tahu apa yang terjadi, warga ramai-ramai masuk ke dalam rumah korban, untuk mencari keberadaan kedua anak korban.

Ternyata, kedua anaknya juga mengalami hal yang sama.

Entah bunuh diri atau ada penyebab lain, kondisi kematian anaknya lebih mencurigakan karena mulutnya terdapat busa.

"Iya (ada busa), namun masih kami dalami. Hasil penyelidikan awal, keluarga korban sepertinya tak punya masalah dengan siapapun," pungkasnya.

(Surya.co.id/ Imam Taufiq)

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Misteri Sekeluarga Tewas di Blitar Hebohkan Warga Desa Sumberjo, Ada Kejanggalan, Ini Kata Tetangga

Ikuti kami di
Editor: Apriantiara Rahmawati Susma
Sumber: Surya
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved