Berita Terpopuler
POPULER Psikolog Heran Gisel Bisa Kerja di Tengah Kasus Video Syur, Disarankan untuk Segera Periksa
Di tengah statusnya sebagai tersangka video syur, Gisella Anastasia masih bisa saja melakukan kesibukannya, sikapnya ini disoroti psikolog.
Editor: Suli Hanna
TRIBUNSTYLE.COM - Di tengah statusnya sebagai tersangka video syur, Gisella Anastasia masih bisa saja melakukan kesibukannya dalam bekerja, sikapnya ini disoroti seorang psikolog.
Seorang psikolog, Kasandra Putranto menyoroti sikap Gisella Anastasia atau Gisel setelah mengalami kasus video 19 detik.
Ia merasa heran lantaran di tengah kasus yang sedang dihadapi, Gisel masih bisa melakukan kegiatan dan bekerja.
Apalagi Gisel tak hanya harus menghadapi kasusnya, pacar Wijaya Saputra alias Wijin itu juga mendapat hujatan warganet yang bertubi-tubi.
Melihat sikap Gisel tersebut, Kasandra Putranto mengusulkan agar Gisel segera melakukan pemeriksaan psikologis.
Sebab, ini juga mempengaruhi kondisi mental dan kejiwaannya apabila tidak segera diperiksakan.
Dikutip TribunnewsBogor.com dari YouTube Intens Investigasi, Kasandra Putranto merasa heran Gisel masih bisa kuat menghadapi segala macam tekanan.
Baca juga: Saling Doa Kasus Video Syur Cepat Selesai, Michael Yukinobu Tak Menampik Soal Rasa Sayang ke Gisel
Baca juga: MYD Cerita Perkenalan dengan Gisel di Stasiun TV, Ungkap Hubungannya: Sayang dalam Bentuk Teman
Apalagi mantan istri Gading Marten itu masih bisa berkegiatan dan melakukan pekerjaan.
Kasandra Putranto justru khawatir apabila kasus yang menimpa Gisel itu tidak mempengaruhinya.
Ia sampai menyarankan agar Gisel melakukan pemeriksaan psikologis jika hal itu benar terjadi.
Mengingat Gisel juga mendapatkan berbagai macam hujatan dari masyarakat Indonesia.
"Setiap individu itu memiliki kapasitas intelektual, emosional, sosial, yang tercakup dalam sebuah karakter kepribadian yang khas," ujar Kasandra Putranto.
"Kemudian juga masih bisa melakukan segala kegiatan, dan kerjaannya, untuk itu harus ada pemeriksaan psikologis terhadap yang bersangkutan untuk bisa menjawab," tandasnya.
Menurutnya, setiap individu memiliki kapasitas intelektual, emosional, dan sosial yang tercakup dalam sebuah karakter kepribadian yang khas.
Publik figur umumnya sudah biasa mengendalikan emosi, mengesampingkan pikiran, dan perasaan meski dalam kondisi tidak nyaman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/gisel-dan-myd-minta-maaf-soal-video-syur-mereka.jpg)