Buntut Kebijakan Baru, Telegram Sindir WhatsApp dengan Meme Peti Mati
Baru-baru ini akun Twitter dari Telegram telah mengunggah beberapa postingan yang bisa dibilang cukup menyindir WhatsApp, salah satunya meme peti mati
Penulis: Joni Irwan Setiawan
Editor: Amirul Muttaqin
"Kalian hanya perlu uninstall dan beralih ke yang lain. Seperti mantan kamu, jika ia tidak cukup baik bagi kamu, maka kamu berhak untuk mendapatkan yang lebih baik lagi," tulis akun Twitter dari Telegram.
Hingga saat ini, sindirian tersebut telah di retweet sebanyak 66.8 ribu, serta mendapatkan likes sebanyak 275.6 ribu dari pengguna Twitter.
Tak hanya itu, banyak dari warganet juga ikut berpartisipasi dalam unggahan meme-meme lucu.
Salah satunya berasal dari akun @Nidhin_RT_.
"Haha," tulis pengguna tersebut.
Telegram juga sempat memberikan beberapa hal-hal yang membuat aplikasinya harus menjadi pilihan untuk menggantikan WhatsApp.
"Tema yang bisa dikustomisasi, File Sharing 2GB, Group berbasis lokasi, Layanan perpesanan online paling cepat, seluruh data akan disimpan di cloud," lanjut Telegram menjelaskan fitur-fitur unggulan di layanan perpesanan online miliknya.
Seperti diketahui, terhitung mulai 8 Februari 2021, pengguna di seluruh dunia mendapat kebijakan baru WhatsApp untuk menyetujui berbagi data dengan Facebook.
Jika tidak, maka konsekuensinya pengguna menghapus akun WhatsApp.
Hal inilah yang menimbulkan kontroversi bagi para penggunanya.
Pengguna Telegram dan Signal Naik Tajam
Aplikasi pesan instan Telegram dan Signal kebanjiran pengguna baru dalam jumlah yang signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Hal itu terjadi setelah WhatsApp mengenalkan kebijakan privasi dan persyaratan layanan baru.
Seperti dilansir KompasTekno (11/1/2021) dalam dua hari pada akhir pekan lalu, pegguna baru Telegram melonjak tajam.
Telegram telah diunduh oleh lebih dari 2,2 juta pengguna di platform Android (Play Store) dan iOS (App Store).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/sindiran-telak-telegram-untuk-whatsapp-dilancarkan-melalui-meme-di-akun-twitter-mereka.jpg)