Jack Ma Menghilang Secara Misterius, Diduga Karena Kritik Pemerintah Tiongkok
Sudah dua bulan pendiri Alibaba, Jack Ma, tidak terlihat di muka publik, diduga gegara kritik pemerintah Tiongkok.
Penulis: Candra isriadhi
Editor: Ika Putri Bramasti
TRIBUNSTYLE.COM - Menghilang secara misterius Jack Ma dikabarkan sempat kritik pemerintah Tiongkok.
Sudah dua bulan pendiri Alibaba, Jack Ma, tidak terlihat di muka publik.
Dia dilaporkan terakhir kali muncul pada akhir Oktober 2020 lalu.
Kicauan terakhirnya di Twitter pun diunggah pada bulan yang sama.
Padahal, ia dikenal sebagai sosok yang rutin membagikan beberapa twit dalam satu hari.
Hilangnya Jack Ma menjadi makin mencolok setelah tak menghadiri final acara Africa's Business Heroes.
Acara tersebut merupakan sebuah reality show bikinan dia sendiri.
Baca juga: Terungkap, Ternyata ini Alasan Jack Ma Hengkang dari Raksasa E-Commerce Alibaba
Baca juga: Bos Alibaba, Jack Ma Minta Karyawan Berhubungan Intim 6 Kali dalam 6 Hari, Ini Alasan di baliknya
Posisinya sebagai juri digantikan oleh seorang eksekutif Alibaba.
Dalam sebuah keterangan, pihak Alibaba mengatakan bahwa Jack Ma terpaksa diganti karena masalah waktu.
"Karena jadwalnya berbenturan, Bapak Ma tidak lagi menjadi juri dalam final Africa’s Business Heroes," ujar Alibaba.
Namun, absennya Jack Ma di acara tersebut tetap menimbulkan keheranan.
Apalagi namanya ikut dihapus dari website acara, dan tidak diikutsertakan dalam sebuah video promosional.
Kabar menghilangnya Jack Ma ikut membuat heboh warganet.
Seperti dilansir KompasTekno (4/1/2021) nama Jack Ma menduduki peringkat kedelapan pada trending topic di Twitter.
Tercatat ada lebih dari 26.000 twit yang menyebut namanya.
Hilang Setelah Kritik Pemerintah Tiongkok
Jack Ma mendadak "hilang" setelah melontarkan kritik pedas terhadap regulator finansial dan perbankan Tiongkok.
Kritikan itu diuangkapkan Jack Ma dalam sebuah pidato di Shanghai, 24 Oktober lalu.
Dia menuding bahwa bank-bank di Tiongkok beroperasi dengan mentalitas "rumah gadai" menyangkut jaminan untuk kredit.
Sementara regulasi perbankan yang berlaku dinilainya menghambat inovasi dan harus direformasi.
Hal guna mendorong pertumbuhan ekonomi di Tiongkok.
Pernyataan Jack Ma agaknya membuat panas telinga pemerintah Tiongkok.
Dan kemudian memperketat regulasi bisnis fintech sehingga perusahaan Ant Group dari Alibaba gagal melantai di bursa.
Jack Ma merupakan tokoh terkenal di ranah domestik Tiongkok dan dunia internasional.
Pria berusia 56 tahun ini adalah salah satu orang terkaya di Negeri Tirai Bambu.
Dengan nilai harta setidaknya 62 miliar dollar AS (sekitar Rp 861 triliun).
Nasib Jack Ma masih belum diketahui pasti.
Yang jelas, hilangnya miliarder bukan perkara yang benar-benar baru di Tiongkok.
Sejumlah orang kaya di negara tersebut, misalnya, sempat raib pada 2016 hingga 2017.
Dimana saat itu pemerintah menggalakkan pemberantasan korupsi.
Beberapa miliarder yang hilang ketika itu kemudian muncul lagi.
Namun sebagian lainnya tidak pernah kembali. (TribunStyle.com/Candra)
Baca juga: Bak Roda Kehidupan Berputar, Juragan Galon Ini Sukses Geser Posisi Jack Ma Orang Terkaya di Tiongkok
Baca juga: Jadi Orang Terkaya di Asia, Jack Ma Kirim Bantuan Ke Sepuluh Negara Terdampak Virus Corona
Baca juga: Terungkap, Ternyata ini Alasan Jack Ma Hengkang dari Raksasa E-Commerce Alibaba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/jack-ma-5-fakta-menarik-manusia-500-triliun-di-closing-ceremony-asian-games-2018_20180902_132552.jpg)