Tak banyak yang Tahu, Ternyata Puasa Punya Efek Bagus Buat Kulit! Ini Penjelasannya
Manfaat puasa untuk kulit dan apa itu skin fasting? Ini perbedaan hasilnya.
Penulis: Sinta Manilasari
Editor: Ika Putri Bramasti
TRIBUNSTYLE.COM - Selain faktor lingkungan seperti paparan sinar matahari dan polusi.
Kebiasaan makan kita juga berdampak signifikan pada penampilan dan rasa kulit kita.
Untuk sobat muslim kita mungkin sudah tidak asing dengan puasa.
Akan tetapi untuk non muslim, puasa menjadi trend yang berkembang belakangan ini.
Terutama karena beberapa praktisi pengobatan alternatif menyatakan bahwa perubahan pola makan dapat mencegah timbulnya jerawat, kanker kulit, atau bahkan penuaan pada kulit.
Puasa untuk meningkatkan kesehatan kulit menjadi trend saat ini.
Ingatlah selalu bahwa sebelum mengubah pola makan atau kebiasaan, Anda harus mengunjungi dokter yang dapat memandu dan mengevaluasi apakah Anda melakukan hal yang benar.
Baca juga: 6 Waktu Paling Mustajab Panjatkan Doa pada Allah SWT: Saat Turun Hujan, Berpuasa & Selesai Sholat
Baca juga: Niat Puasa Senin Kamis Dibaca Setelah Terbit Fajar Apakah Sah? Ustaz Abdul Somad Beri Penjelasan
1. Puasa mengurangi asupan kalori dan mendetoksifikasi tubuh
Gagasan yang ada di balik puasa menunjukkan bahwa tubuh mendetoksifikasi dirinya sendiri karena ada penurunan konsumsi kalori harian.
Sehingga mengarah pada penurunan kadar kolesterol dan trigliserida dalam tubuh.
Studi terbaru mengeksplorasi manfaat metode ini pada pasien dengan penyakit inflamasi.
Seperti dermatitis atopik dengan hasil yang sangat positif dan peningkatan yang cukup besar setelah melakukan berbagai jenis diet, termasuk puasa.
2. Menurunkan risiko kanker kulit
Penelitian lain mengenai efek puasa tampaknya menunjukkan bahwa puasa dapat membantu mengurangi risiko kulit atau jenis kanker lainnya.
Ternyata, puasa juga bisa membantu mengurangi penyebaran sel kanker.
Namun, penelitian ini baru dilakukan pada tikus saat ini.
Tetapi memberikan hasil yang menggembirakan karena para ilmuwan melihat jumlah sel induk hematopoietik (HSC) bertambah.
Sel-sel dengan nama yang lucu inilah yang bertanggung jawab untuk membuat sel darah baru.
Fakta bahwa terdapat lebih banyak HSC dan sel darah secara umum berarti bahwa, dalam jangka panjang, sistem kekebalan dapat melawan kanker dengan lebih efisien.
Upaya telah dilakukan untuk mengekstrapolasi hasil penelitian ini kepada manusia.
Namun sejauh ini tidak ada yang mencapai kesimpulan yang didukung oleh komunitas ilmiah.
3. Skin fasting
Skin fasting adalah tren baru yang telah mendapatkan lebih banyak pengikut dalam bulan terakhir.
Praktik ini tidak banyak berkaitan dengan diet atau makanan.
Alih-alih, idenya adalah berhenti menggunakan begitu banyak produk dengan bahan kimia dalam rutinitas perawatan kulit harian.
Biarkan selama beberapa hari atau minggu. Ini semacam detoksifikasi untuk kulit.
Teori yang mendukung metode pembersihan ini adalah bahwa kulit menghasilkan lemaknya sendiri, yang mencegah hilangnya kelembapan alami.
Meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung praktik ini, banyak orang yang menerimanya.
Namun, ada sesuatu yang harus kami perjelas.
Satu-satunya hal yang tidak boleh kita hentikan selama periode detoksifikasi ini adalah tabir surya.
(Tribunstyle/Manila)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/skin-fasting.jpg)