SELAMAT Hari Anak Sedunia! Mengapa Diperingati Tiap 20 November? Begini Sejarah Lengkapnya
Cari tahu sejarah Hari Anak Sedunia yang diperingati setiap 20 November. Simak pula ucapan Hari Anak Sedunia untuk status di media sosialmu.
Penulis: Amirul Muttaqin
Editor: Agung Budi Santoso
Awalnya diperoleh pada tahun 1924 oleh Liga Bangsa-Bangsa, PBB mengadopsi dokumen ini sebagai pernyataannya tentang hak-hak anak.
Teks aslinya berbunyi sebagai berikut:
1. Anak harus diberi sarana yang diperlukan untuk perkembangan normalnya, baik secara material maupun spiritual
2. Anak yang lapar harus diberi makan, anak yang sakit harus dirawat, anak yang terbelakang harus ditolong, anak yang nakal harus diambil kembali, dan anak yatim piatu serta anak yatim piatu harus ditampung dan ditolong.
3. Anak itu harus menjadi yang pertama menerima kelegaan pada saat-saat sulit.
4. Anak harus ditempatkan pada posisi untuk mencari nafkah dan harus dilindungi dari setiap bentuk eksploitasi.
5. Anak harus dibesarkan dengan kesadaran bahwa bakatnya harus mengabdi untuk melayani sesamanya.
Untuk versi yang diperluas, PBB mengadopsi 10 prinsip tambahan dengan resolusi yang menyertainya, yang diusulkan oleh delegasi Afghanistan, menyerukan kepada pemerintah untuk mengakui hak-hak ini, mengupayakan penerimaan mereka, dan mempublikasikan dokumen tersebut seluas mungkin.
Pada tanggal 20 November 1989, Sidang Umum PBB mengadopsi Konvensi Hak Anak.
CRC adalah perjanjian hak asasi manusia yang mengatur hak-hak sipil, politik, ekonomi, sosial, kesehatan, dan budaya anak.
Dokumen tersebut membahas tentang kebutuhan dan hak khusus anak, mengharuskan semua negara yang meratifikasinya terikat padanya oleh hukum internasional dan harus bertindak sesuai dengan kepentingan terbaik anak.
Pada September 2012, Sekretaris Jenderal Ban Ki-moon dari Perserikatan Bangsa-Bangsa memimpin prakarsa untuk pendidikan anak-anak.
Dia pertama-tama ingin setiap anak dapat bersekolah, sebuah tujuan pada tahun 2015.
Kedua, untuk meningkatkan keterampilan yang diperoleh di sekolah-sekolah tersebut.
Terakhir, menerapkan kebijakan tentang pendidikan untuk mempromosikan perdamaian, rasa hormat, dan kepedulian lingkungan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/wcd-unicef-2.jpg)