Breaking News:

Doa Muslim

Tata Cara Sholat Magrib, Lengkap dengan Bacaan Niat dan Doa, Latin, Arab dan Terjemahan

Berikut tata cara sholat magrib, lengkap dengan bacaan niat dan doa, latin, Arab dan terjemahan.

Tayang:
TRIBUNTIMUR/ALIMACENTER.COM
Ilustrasi tata cara sholat fardu 

TRIBUNSTYLE.COM - Berikut tata cara sholat magrib, lengkap dengan bacaan niat dan doa, latin, Arab dan terjemahan.

Sholat magrib adalah salah satu sholat fardu yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim.

Sebagaimana diketahui, Nabi Muhammad SAW mendapat perintah untuk mendirikan shalat lima waktu dimulai saat beliau melaksanakan Isra dan Mi’raj pada 27 Rajab tahun 11 kenabian atau dua tahun sebelum hijrah ke Madinah.

Shalat lima waktu itu adalah Subuh, Zhuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya. Waktu untuk melaksanakan masing-masing shalat itu telah ditentukan oleh Allah SWT dalam surah al-Isra [17]: 78. "Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Subuh. Sesungguhnya shalat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat)."

Perintah sholat juga dituangkan dalam Surat Hud ayat 114:

"Dan dirikanlah sholat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat." (QS Hud: 114).

Salat Magrib merupakan salat yang dilaksanakan pada saat matahari terbenam. Salat Magrib ialah salat harian keempat dalam Islam.

Salat Magrib dilakukan ketika senja atau matahari terbenam. Waktu salat Magrib bermula selepas matahari terbenam sehingga hilang awan merah di ufuk barat.

Baca juga: Tata Cara Sholat Subuh Lengkap dengan Niat Sholat Subuh dan Bacaan Doa Qunut Sholat Subuh

Baca juga: Tata Cara Sholat Witir Lengkap, Waktu Pelaksanaan yang Diutamakan, dan Sederet Keutamaannya

Berikut tata cara sholat magrib lengkap dengan bacaan niat dan doa, latin, Arab dan terjemahan:

1. Niat

Dalam video YouTube Taman Surga TV berjudul Apakah Niat Dalam Shalat Harus Dilafadzkan? ustaz Adi Hidayat menjelaskan tentang pelafadzan niat sholat.

Ia menjelaskan jika niat adalah amalan wajib yang harus dilakukan agar suatu perbuatan bisa dimasukkan kedalam kategori ibadah.

"Kata Imam As Syafii, niat (sholat) itu dihadirkan dalam hati bersamaan dengan takbir, Anda mengangkat tangan Anda begini lisan mengucapkan 'Allahuakbar' dalam hati Anda tunjukkan 'Saya berniat sholat duhur'." jelasnya.

Niat dilantunkan dalam bahasa Indonesia atau bahasa asli penutur dalam hati.

Tak ada tuntunan atau contoh dari Nabi tentang pelafadzan niat dalam sholat.

Namun Nabi melakukan pelafadzan niat saat umroh dan haji.

Pelafadzan niat dalam sholat dilakukan dalam kondisi tertentu.

Semisal agar sesorang yang sedang dalam keadaan waswas dapat fokus beribadah.

Namun kondisi ini hanya dilakukan saat was-was yang luar biasa.

Penggunaan niat dalam bahasa Arab terjadi lantaran nabi dan sahabat menggunakan bahasa tersebut sebagai bahasa asli mereka.

Sebelum takbiratul ikhram, silahkan berdiri tegak menghadap kiblat sambil mengukuhkan niat solat di dalam hati untuk melaksanakan ibadah solat karena Allah SWT.

Adapun sebagian ulama memberikan contoh niat sholat magrib adalah sebagai berikut:

اُصَلِّى فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

Ushalli fardhol maghribi tsalaata raka'aatim mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'aala

Artinya: "Aku berniat shalat fardhu Maghrib tiga raka'at menghadap kiblat karena Allah Ta'ala"

Perhatian:

*Adaa-an : Bila shalat sendiri

*Imaaman : Bila Shalat sebagai imam

*Ma'muuman : Bila shalat sebagai makmum

 2. Berdiri Tegak dan Membaca Niat Sholat

Berdiri tegak
Takbiratul Ihram (Tribunsumsel.com/ E-Book Kemenag Sumsel) ()

3. Takbiratul ikhram

Takbiratul Ihram (Tribunsumsel.com/ E-Book Kemenag Sumsel)
Takbiratul Ihram (Tribunsumsel.com/ E-Book Kemenag Sumsel) ()

Takbiratul ikhram merupakah rukun solat.

Oleh sebab itu, tidak akan sah solat seseorang jika dengan sengaja meninggalkan salah satu rukun solat.

Adapun yang dimaksud dengan takbiratul ikhram adalah membaca atau mengucapkan takbir (ALLAAHU AKBAR), bukan mengangkat kedua tangan.

Sementara mengangkat tangan ketika takbiratul ihram hukumnya sunnah, tidak wajib.

Setelah selesai takbiratul ikhram (mengucapkan "ALLAAHU AKBAR") kemudian meletakkan telapak tangan kanan di atas pungguh telapak tangan kiri, keduanya tepat di atas dada atau ulu hati.

4. Membaca doa iftitah

Takbiratul Ihram (Tribunsumsel.com/ E-Book Kemenag Sumsel)
Takbiratul Ihram (Tribunsumsel.com/ E-Book Kemenag Sumsel) ()
Takbiratul Ihram (Tribunsumsel.com/ E-Book Kemenag Sumsel)
Takbiratul Ihram (Tribunsumsel.com/ E-Book Kemenag Sumsel) ()

5. Membaca Al Fatihah

Takbiratul Ihram (Tribunsumsel.com/ E-Book Kemenag Sumsel)
Takbiratul Ihram (Tribunsumsel.com/ E-Book Kemenag Sumsel) ()

Setelah membaca doa iftitah, kemudian dilanjutkan dengan membaca Fatihah.

Membaca surat Al-Fatihah merupakan Rukun sholat pada setiap raka'at, baik itu sholat fardhu maupun sholat sunnah. Jadi, ini wajib dibaca.

6. Membaca surat pendek

Takbiratul Ihram (Tribunsumsel.com/ E-Book Kemenag Sumsel)
Takbiratul Ihram (Tribunsumsel.com/ E-Book Kemenag Sumsel) ()

7. Ruku'

Takbiratul Ihram (Tribunsumsel.com/ E-Book Kemenag Sumsel)
Takbiratul Ihram (Tribunsumsel.com/ E-Book Kemenag Sumsel) ()

Menurut kesepakatan ulama, ruku merupakan salah satu rukun solat .

- Sebelum ruku terlebih dahulu diawali dengan mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga seperti ketika takbiratul ihram dengan mengucapkan takbir (ALLAAHU AKBAR).

- Ketika ruku, posisi pungguh dan kepala sejajah membentuk garis lurus, kedua telapak tangan berada tepat di lutut. Kedua lengan diusahakan selurus mungkin.

Seraya membaca bacaan ketika ruku' seperti berikut ini:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ

(Subhanarobbialadhimiwabihamdi)

* Keterangan: Dibaca 3 kali

8. I'tidal

Takbiratul Ihram (Tribunsumsel.com/ E-Book Kemenag Sumsel)
Takbiratul Ihram (Tribunsumsel.com/ E-Book Kemenag Sumsel) ()

9. Sujud

Takbiratul Ihram (Tribunsumsel.com/ E-Book Kemenag Sumsel)
Takbiratul Ihram (Tribunsumsel.com/ E-Book Kemenag Sumsel) ()

Menurut ijma', sujud dalam setiap raka'at sebanyak dua kali termasuk rukun sholat. Dalilnya yaitu Firman Allah SWT dalam Qur'an Surat Al-Hajj : 77 yang artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, ruku'lah dan bersujudlah..."

Adapun tata cara sujud adalah sebagai berikut :

- Meletakkan kedua lutut dan jari jemari kedua kaki diatas sajadah (tempat sujud).

- Disusul dengan meletakkan kedua telapak tangan diatas sajadah, diteruskan dengan merapatkan dahi dan hidung diatas sajadah.

- Kemudian posisi kedua telapak tangan sejajar dengan pundak dan meregangkan kedua telapak tangan dari lambung dan siku terangkat ke atas, tidak menempel ke lantai, kemudian membaca bacaan ketika sujud.

Berikut bacaannya:

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلاَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

(Subhanna robbial akla wabihamdi)

* Keterangan: Dibaca 3 kali

10. Doa antara dua sujud

Takbiratul Ihram (Tribunsumsel.com/ E-Book Kemenag Sumsel)
Takbiratul Ihram (Tribunsumsel.com/ E-Book Kemenag Sumsel) ()

Adapun cara duduk di antara dua sujud adalah sebagai berikut:

- Duduk diatas telapak kaki kiri, sedangkan kaki kanan bertumpu dengan ujung jari-jari yang dilipat ke bawah

- Kedua telapak tangan diletakkan di atas kedua lutut, kemudian membaca doa berikut ini :

رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

( Robbi firli warhamni wajburni warfakni wahdini waafini wafuani)

11. Sujud kedua

Takbiratul Ihram (Tribunsumsel.com/ E-Book Kemenag Sumsel)
Takbiratul Ihram (Tribunsumsel.com/ E-Book Kemenag Sumsel) ()

Setelah sujud kedua ini artinya telah menunaikan 1 rakaat.

Untuk rakaat kedua dimulai lagi dengan berdiri dan membaca Surat Alfatihah sesuai dengan urutan sampai sujud kedua lagi di rakaat kedua.

Setelah sujud kedua membaca Tahyat Awal

12. Doa tasyahud awal

Takbiratul Ihram (Tribunsumsel.com/ E-Book Kemenag Sumsel)
Takbiratul Ihram (Tribunsumsel.com/ E-Book Kemenag Sumsel) ()

Jika menunaikan sholat subuh dua rakaat maka langsung ditutup dengan Tahyat Akhir.

Jika sholat lebih dari dua rakaat seperti Maghrib, Isya, Ashar, dan Zuhur dilanjutkan kembali dari tahapan awal membaca Surat Alfatihah.

13. Doa tasyahud akhir

()
Takbiratul Ihram (Tribunsumsel.com/ E-Book Kemenag Sumsel) ()

Duduk dan membaca tasyahud akhir merupakan salah satu rukun shalat. Apabila ditinggalkan baik secara sengaja maupun tidak sengaja maka shalatnya batal.

Adapun cara duduk tahiyyah akhir adalah sebagai berikut :

- Duduk diatas telapak kaki kiri, sedang kaki kanan bertumpu dengan ujung jari-jari yang dilipat ke bawah

- Jari telunjuk kanan diacungkan ketika membaca kalimat اِلاَّاللهُ (IL-LALLAAHI), sementara jari-jari yang lain menggenggam.

- Telapak tangan kiri diletakkan diatas lutut kiri

Adapun untuk bacaan tasyahhud atau tahiyyat akhir secara lengkap adalah sebagai berikut:

اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ اَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِاللهِ الصَّالِحِيْنَ، أَشْهَدُ اَنْ لآ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَاَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهُ، اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِجَهَنَّمَ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ ﻟِﻲ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَﺳْﺮَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا أَﺳْﺮَفْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي. أَنْتَ الْـمُقَدِّمُ وَ أَنْتَ الْـمُؤَخِّرُ لَآ إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ. اللَّهمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا كَبِيْرًا وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ، فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَارْحَمْنِي إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ. يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

(AT'TAHIYYAATUL MUBAARAKAATUSH SHALAWAATUTH THOYYIBAATULILLAAH. AS-SALAAMU'ALAIKA AYYUHANNABIYYU WA RAHMATULLAAHI WABARAKAATUH, ASSALAAMU'ALAINA WA'ALAA IBAADILLAAHISHAALIHIIN. ASYHADUALLAA ILAAHA ILLALLAAH, WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH. ALLAAHUMMA SHALLI'ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD. WA'ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD. KAMAA SHALLAITA ALAA SAYYIDINA IBROOHIIM WA ALAA AALI SAYYIDINA IBROOHIIM. WABAARIK'ALAA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA AALI SAYYIDINA MUHAMMAD. KAMAA BAARAKTA ALAA SAYYIDINA IBROOHIIM WA ALAA AALI SAYYIDINAA IBRAAHIIM FIL'AALAMIINA INNAKA HAMIIDUM MAJIID).

14. Salam

a
Takbiratul Ihram (Tribunsumsel.com/ E-Book Kemenag Sumsel) ()

(TribunStyle.com / Triroessita, surya.co.id/Akira Tandika Paramitaningtyas)

Baca juga: Tata Cara Sholat Dhuha, Lengkap dengan Niat dan Keutamaannya, Sedekah Tubuh Hingga Dicukupkan Rezeki

Baca juga: Tata Cara dan Doa Sholat Taubat Nasuha Lengkap, Disertai Bacaan Latin, Arab & Artinya

 Sebagian artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Bacaan Niat dan Tata Cara Salat Magrib Lengkap dengan Doa-doa dalam Bahasa Arab dan Terjemahan

Sumber: TribunStyle.com
Tags:
sholat magribtata caraNiatdoa
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved