Doa Muslim
Tata Cara Sholat Witir Lengkap, Waktu Pelaksanaan yang Diutamakan, dan Sederet Keutamaannya
Berikut tata cara sholat witir, waktu pelaksanaan yang diutamakan hingga sejumlah keutamaan.
Penulis: Triroessita Intan
Editor: Triroessita Intan Pertiwi
TRIBUNSTYLE.COM - Berikut tata cara sholat witir, waktu pelaksanaan yang diutamakan hingga sejumlah keutamaan.
Sholat witir menjadi sholat sunnah yang diutamakan bagi umat muslim.
Sholat ini berbeda dari sholat sunnah lainnya lantaran jumlah rakaat yang ganjil.
Witir secara bahasa berarti ganjil. Hal ini sebagaimana dapat kita lihat dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
إِنَّ اللَّهَ وِتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْرَ
“Sesungguhnya Allah itu Witr dan menyukai yang witr (ganjil).” (HR. Bukhari no. 6410dan Muslim no. 2677)
Sholat witir disebut sebagai sholat penutup sholat malam dan dikerjakan antara sholat Isya' dan terbitnya fajar (masuk waktu subuh).
Menurut mayoritas ulama, hukum shalat witir adalah sunnah muakkad (sunnah yang amat dianjurkan).

Baca juga: 8 Waktu Paling Mustajab untuk Berdoa Bagi Seorang Muslim: Hari Jumat, Sepertiga Malam dan Saat Sujud
Baca juga: Ingin Segera Mendapat Pekerjaan di Tengah Pandemi? Amalkan 5 Doa Ini Agar Dimudahkan dalam Karier
Waktu Pelaksanaan
Para ulama sepakat bahwa waktu shalat witir adalah sholat yang dilakukan antara shalat Isya hingga terbit fajar.
Adapun jika dikerjakan setelah masuk waktu shubuh (terbit fajar), maka itu tidak diperbolehkan menurut pendapat yang lebih kuat.
Alasannya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
صَلاَةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى ، فَإِذَا خَشِىَ أَحَدُكُمُ الصُّبْحَ صَلَّى رَكْعَةً وَاحِدَةً ، تُوتِرُ لَهُ مَا قَدْ صَلَّى
“Shalat malam itu dua rakaat dua rakaat. Jika salah seorang dari kalian khawatir akan masuk waktu shubuh, hendaklah ia shalat satu rakaat sebagai witir (penutup) bagi shalat yang telah dilaksanakan sebelumnya.” (HR. Bukhari no. 990 dan Muslim no. 749, dari Ibnu ‘Umar)
Ibnu ‘Umar mengatakan,