Norovirus Bisa Menular Lewat Makanan, Simak Beberapa Cara untuk Mencegah Penyebarannya
Norovirus menular lewat makanan atau food borne, simak beberapa cara untuk mencegah penyebarannya.
Penulis: Gigih Panggayuh Utomo
Editor: Ika Putri Bramasti
- Cuci tangan secara menyeluruh dengan sabun dan air, terutama setelah menggunakan toilet atau mengganti popok.
- Hindari makanan dan air yang terkontaminasi, termasuk makanan yang mungkin telah disiapkan oleh orang yang sedang sakit.
- Cuci buah dan sayuran sebelum makan. Masak seafood sampai bersih.
- Buang muntahan dan feses dengan hati-hati untuk menghindari penyebaran norovirus melalui udara.
- Rendam bahan dengan handuk sekali pakai, sesedikit mungkin ganggu, dan masukkan ke dalam kantong plastik sekali pakai.
- Disinfeksi permukaan yang mungkin telah terkontaminasi. Gunakan larutan pemutih klorin dan kenakan sarung tangan.
- Tetap di rumah dari pekerjaan, terutama jika pekerjaan Anda melibatkan penanganan makanan.
- Hindari bepergian sampai tanda dan gejala Anda hilang.
Gejala yang Timbul Akibat Norovirus
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menjelaskan bahwa norovirus menyebabkan radang lambung atau usus.
Seseorang cenderung mengalami gejala antara 12 hingga 48 jam setelah terpapar virus.
Gejala khasnya termasuk mual, muntah (lebih sering pada anak-anak), diare berair (lebih sering pada orang dewasa), dan kram perut.
Gejala norovirus lainnya termasuk:
- Demam ringan
- Panas dingin
- Sakit kepala
- Nyeri otot
- Kelelahan
Sebagian besar gejala ini tidak serius, tetapi diare dan muntah dapat menghabiskan cairan yang dibutuhkan tubuh sehingga menyebabkan dehidrasi.
Berapa Lama Norovirus Menular?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/ilustrasi-pria-sakit-perut-dan-semangkuk-pangsit.jpg)