Isi Pidato Mendikbud Nadiem Makarim Peringati Hari Kesaktian Pancasila, 'Kesempatan Merefleksi Diri'
Inilah isi pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, peringati Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2020.
Penulis: Gigih Panggayuh Utomo
Editor: Delta Lidina Putri
TRIBUNSTYLE.COM - Inilah isi pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, peringati Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2020.
Setiap tangga 1 Oktober, diperingati Hari Kesaktian Pancasila.
Pada peringatannya, biasanya diisi dengan upacara dan pengibaran bendera merah putih.
Upacara telah dilaksanakan di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, pada Kamis (1/10/2020) pukul 08.00 WIB.
Sehari sebelumnya, Nadiem Makarim telah menyampaikan pidatonya tentang Hari Kesaktian Pancasila yang diunggah melalui kanal YouTube Kemendikbud RI.
Pada pidato tersebut, Nadiem menyebutkan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila adalah kesempatan merefleksi diri.
• Sejarah Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Ingat, Berbeda dengan Hari Lahirnya yang 1 Juni
• 25 Ucapan Selamat Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober, Bisa Dibagikan Lewat Facebook, IG, WA, Twitter
Ia juga menyebut bahwa di saat pandemi menjadi krisis di mana-mana, Pancasila justru terlihat jelas mendarah daging di masyarakat.
Selain itu, Nadiem menambahkan, lilin-lilin Pancasila menerangi kegelapan di masa krisis.
Inilah isi lengkap pidato Nadiem Makarim dalam rangka peringati Hari Kesaktian Pancasila.
"Bismillahirohmanirohim
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
salam sejahtera untuk kita semua
Om Swastiastu
Namo buddhaya
salam kebajikan
Rahayu
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air
Hari ini kita merayakan hari Kesaktian Pancasila. Di hari ini kita sebagai bangsa diberikan kesempatan untuk melakukan refleksi diri.
Kita mengenal Pancasila sebagai falsafah negara kita, ideologi bangsa kita.
Kita mengenal Pancasila sebagai akar yang menyambung masa lalu dan masa depan kita bersama, tapi apa arti Pancasila bagi kita dalam kehidupan sehari-hari, apa makna dari sila-sila Pancasila bagi seorang pemimpin, seorang pekerja, seorang guru, seorang ibu dan seorang anak?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/mendikbud-nadiem-makarim-menyampaikan-pidato-peringatan-hari-kesaktian-pancasila.jpg)