8 Fakta Menarik Bunga Edelweis, Bunga Keabadian yang Dilindungi Undang-undang
Bunga Edelweis sempat menjadi pembicaraan netizen di media sosial dan trending. Simak 8 fakta tentang bunga keabadian yang dilindungi Undang-undang.
Penulis: Anggie Irfansyah
Editor: Suli Hanna
Bunga Edelweis sendiri dijuluki sebagai bunga keabadian.
Meski demikian, tidak banyak yang tahu alasan dibalik julukan bunga abadi ini.
Bunga Edelweis dijuluki sebagai bunga keabadian karena memiliki waktu mekar yang lama, bahkan hingga 10 tahun.
Karena waktu mekar yang lama itulah bunga Edelweis kemudian dijuluki sebagai bunga keabadian.
Dalam bunga Edelweis terdapat hormon bernama etilen.
Hormon inilah yang berperan dalam mencegah kerontokan kelopak bunga dalam waktu yang lama.
- Dilindungi undang-undang
Bunga Edelweis adalah salah satu tumbuhan yang dilindungi Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 pasal 33 ayat 1 dan 2 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistem.
Ayat (1) pasal ini menyebutkan, Setiap orang dilarang melakukan kegiatan yang dapat mengakibatkan perubahan terhadap keutuhan zona inti taman nasional.
Sementara, ayat (2) berbunyi, Perubahan terhadap keutuhan zona inti taman nasional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi mengurangi, menghilangkan fungsi dan luas zona inti taman nasional, serta menambah jenis tumbuhan dan satwa lain yang tidak asli.
Jika melanggar undang-undang ini, maka bisa dijerat sanksi pidana, mulai dari penjara selama lima tahun dan satu tahun.
Selain itu, pemetik bunga ini juga bisa dikenakan denda sebesar Rp. 100 Juta dan Rp. 50 Juta.
- Mekar di bulan April hingga Agustus
Bunga Edelweis memiliki waktu mekar pada bulan April hingga bulan Agustus setiap tahun.
Bunga ini dikenal mekar pada waktu musim hujan telah berakhir.
Mekarnya bunga Edelweis di bulan-bulan tersebut karena pancaran matahari yang bisa diserap dengan baik dan intensif.
- Ada di beberapa gunung di Indonesia
Bunga Edelweis bisa ditemukan di beberapa gunung di Indonesia, seperti gunung Lawu, Semeru, Merbabu, Sindoro, Papandayan, Gede Pangrango, dan Rinjani.
- Bisa bertahan di tanah tandus
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/bunga-edelweis-1.jpg)