.Feast Luncurkan Mini Album Bertajuk 'Uang Muka', Berisi Lagu yang Ditulis Masing-masing Personel
Setelah dua tahun lalu .Feast merilis mini album bertajuk Beberapa Orang Memaafkan, kini mereka kembali merilis mini album bertajuk Uang Muka.
Penulis: Anggie Irfansyah
Editor: Amirul Muttaqin
TRIBUNSTYLE.COM - Setelah dua tahun lalu .Feast merilis EP 'Beberapa Orang Memaafkan', kini mereka kembali merilis mini album bertajuk Uang Muka.
Mini album terbaru .Feast ini dirilis oleh Sun Eater dan sudah bisa didengarkan di platform musik digital mulai 11 September 2020 kemarin.
Uang Muka sendiri merupakan kumpulan karya dari semua personel .Feast, yaitu Baskara Putra (vokal), Adnan Satyanugraha Putra (gitar), Fadli "Awan" fikriawan (bass), Dicky Renanda (Gitar) dan Adrianus Aristo Haryo atau Ryo Bodat (drum)
Mini album ini merupakan kejutan dari .Feast di tengah penggarapan albun Membangun dan Menghancurkan.
Bahkan, mereka telah merilis empat single sejak Juni 2019 dari album Membangun dan Menghancurakan.
Namun, menurut Baskara masih butuh waktu dan pengalaman yang lebih untuk merilis album Membangun dan Menghancurkan itu.
• Bakal Rilis The Album, Jisoo Ungkap Ingin Tampilkan Sisi Kuat BLACKPINK Melalui Album Terbaru Ini
• Melly Goeslaw dan Anto Hoed Luncurkan Album Argentium, Rayakan 25 Tahun Berkarier di Musik Indonesia
“Kami merasa Membangun dan Menghancurkan butuh pengalaman dan kedalaman bermusik yang
lebih dibanding apa yang kami punya pada saat itu.” ujar Baskara pada awak media dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Kamis (10/9/2020)
Ia juga mengatakan bahwa ada tekanan dari diri sendiri untuk menyelesaikan album itu dengan sebaik mungkin.
Agar terlepas dari tekanan tersebut dan mengasah kemampuan bermusik personel .Feast, mereka meggarap mini album bertajuk Uang Muka sebagai selingan.
Mini Album ini digarap dalam waktu kurang dari dua bulan, dari bulan Juli hingga Agustus lalu.
Tema besar dari mini album Uang Muka adalah uang dan bagaimana setiap orang menyikapi hal tersebut dalam konteks dan situasi yang berbeda-beda.
Dalam mini album tersebut, Baskara menulis lagu berjudul "Dapur Keluarga" yang berandai “sejauh apa gue mau cari duit, bahkan dengan cara yang melanggar etika dan norma, ketika uangnya dibutuhkan
demi kelangsungan keluarga,”
Kemudian, Adnan menulis lagu yang berjudul "Komodifikasi" dimana membicarakan drama klise sosial media yang membuat lini masa kurang segar namun menghasilkan uang.
Selain itu, Awan kebagian menulis lagu berjudul "Cicilan 12 Bulan (Iklan)" yang bercerita tentang kepusingan Awan terkait masalah kebendaan.
Lagu "Belalang Sembah" lahir dari eksplorasi Dicky dalam pendekatannya terhadap lawan jenis dan kelas ekonomi berbeda yang membuatnya menyadari sesuatu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/feast-profile.jpg)