Breaking News:

Jakob Oetama Meninggal Dunia

Sederet Penghargaan Bergengsi yang Diraih Jakob Oetama sang Pendiri Kompas Gramedia Semasa Hidup

64 tahun berkiprah di dunia jurnalistik, ini sederet penghargaan bergengsi yang sukses diraih Jakob Oetama pendiri Kompas Gramedia.

Tayang:
Editor: Monalisa
TribunStyle.com/kolase Dokumen Kompas
Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama 

TRIBUNSTYLE.COM - Kabar duka tengah menyelimuti keluarga besar Kompas Gramedia atas berpulangnya sang pendiri, Jakob Oetama.

Jakob Oetama pendiri Kompas Gramedia tutup usia pada hari ini Rabu (9/9/2020).

Mendiang Jakob Oetama dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading pukul 13.05 WIB siang ini.

Tak hanya dikenal sebagai pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama juga didaulat sebagai tokoh pers legenda bangsa Indonesia.

64 tahun berkiprah di dunia jurnalistik Jakob Oetama telah melahirkan banyak prestasi.

Tak seketika menjadi seorang wartawan sukses, Jakob Oetama rupanya memulai karier sebagai seorang guru SMP.

Sempat Ikuti Jejak sang Ayah Jadi Guru, Ternyata Ini Alasan Jakob Oetama Beralih Menjadi Wartawan

BREAKING NEWS Jakob Oetama Pendiri Kompas Gramedia Meninggal, Banjir Duka Cita di Media Sosial

Jakob Oetama, Pendiri Kompas Gramedia
Jakob Oetama, Pendiri Kompas Gramedia (Arsip Kompas Gramedia)

Saat belia, cita-citanya adalah menjadi guru seperti ayahnya.

Mendiang pun sempat mengajar di SMP Mardi Yuwana Cipanas, Sekolah Guru Bagian B (SGB) Lenteng Agung Jagakarsa, dan SMP Van Lith Jakarta.

Sambil mengajar SMP, Jakob Oetama mengikuti Kursus B-1 Ilmu Sejarah hingga lulus.

Mendiang kemudian melanjutkan kuliah ke Perguruan Tinggi Publisistik Jakarta dan Jurusan Ilmu Komunikasi Massa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada hingga tahun 1961.

Karier Jakob Oetama di dunia jurnalistik bermula dari pekerjaan barunya sebagai redaktur majalah Penabur Jakarta.

Pada 1963, bersama rekan terbaiknya, almarhum Petrus Kanisius Ojong (PK Ojong), Jakob Oetama menerbitkan majalah Intisari yang menjadi cikal-bakal Kompas Gramedia.

Kepekaannya pada masalah manusia dan kemanusiaanlah yang kemudian menjadi spiritualitas Harian Kompas, yang terbit pertama kali pada 1965.

Hingga lebih dari setengah abad kemudian Kompas Gramedia berkembang menjadi bisnis multi-industri.

Meski demikian, Jakob Oetama tidak pernah melepas identitas dirinya sebagai seorang wartawan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Tags:
Jakob OetamaKompas Gramediaguruwartawandaftar penghargaan Jakob Oetama semasa hidup
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved