Virus Corona
Pulse Oximeter Disebut Bisa Bantu Deteksi Covid-19, Perlukah Memilikinya di Rumah? Ini Penjelasannya
Alat pulse oximeter disebut bisa bantu deteksi Covid-19, perlukah kita memilikinya? Ini penjelasan ahli.
Penulis: Gigih Panggayuh Utomo
Editor: vega dhini lestari
Menurutnya, adakalanya pemantauan di rumah diperlukan oleh pasien, terutama pasien yang memiliki penyakit paru-paru kronis atau bergantung pada kadar oksigen.
Namun, pengecekan menggunakan pulse oximeter adalah bagian dari perawatan mereka yang sebagian besar perlu diawasi oleh dokter.
"Pulse oximeter mungkin bisa membantu mengukur kesehatan seseorang dan angkanya dapat dipahami.
Namun, perangkat ini saja tidak dapat menyampaikan informasi secara lengkap," ungkap dia.
Cara Kerja Pulse Oximeter
Oximeter merupakan perangkat berukuran kecil yang dijepitkan ke jari, untuk mengukur denyut nadi dan persentase oksigen di dalam darah kita.
Melansir Cnet via Kompas.com, pulse oximeter berfungsi untuk mengukur saturasi oksigen dalam sel darah merah dan detak jantung.
Cara kerja alat ini dengan menyinari kulit melalui ujung jari, kemudian mendeteksi warna dan pergerakan sel darah dalam tubuh.
Sel darah teroksigenasi berwarna merah cerah, sel terdeoksigenasi berwarna merah tua.
Perangkat itu kemudian akan membandingkan jumlah sel darah merah terang dan sel darah merah gelap untuk menghitung saturasi oksigen ke dalam persentase.
Misalnya, pembacaan 99 persen berarti hanya satu persen sel darah di aliran darah kita yang kekurangan oksigen.
Setiap kali jantung berdetak, darah akan terpompa ke seluruh tubuh dalam denyut nadi cepat.
Pulse oximeter akan mendeteksi gerakan ini, dan menghitung detak jantung dalam detak per menit, atau BPM.
Di beberapa negara, pulse oximeter banyak dicari karena dianggap bisa membantu mendeteksi virus corona.
Sebab, level oksigen dalam tubuh bisa juga diakibatkan oleh penyakit paru-paru, seperti Covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/ilustrasi-pulse-oximeter-alat-yang-disebut-bisa-deteksi-covid-19.jpg)