Breaking News:

Dikira Punya Manfaat, Ternyata 7 Hal Ini Justru Memiliki Efek Negatif Lebih Banyak

Waspadai hal-hal ini diklaim membawa manfaat bagi tubuh, tapi ternyata justru memiliki efek negatif yang lebih banyak.

Bright Side
Es krim karbon aktif dan protein bar 

TRIBUNSTYLE.COM Waspadai hal-hal ini diklaim membawa manfaat bagi tubuh, tapi ternyata justru memiliki efek negatif yang lebih banyak.

Semakin banyak orang mulai peduli dengan kesehatan dan ekologi mereka.

Karena itu banyak hal dan kebiasaan baru yang berguna telah muncul dalam hidup kita.

Misalnya, detoksifikasi tubuh secara rutin dan pemakaian bahan kulit imitasi.

Tetapi apakah semua hal baru ini benar-benar berguna seperti yang kita pikirkan?

Melansir dair Bright Side berikut penelusuran lebih dekat beberapa kebiasaan yang tampaknya berguna yang muncul dalam hidup kita belum lama ini.

Untuk mencari tahu bahaya atau bahaya apa yang mungkin ditimbulkannya.

1. Diet detoksifikasi

Jus ABC detoks
Jus ABC detoks (vaya.in)

Detox adalah jenis diet jangka pendek yang bertujuan untuk mengeluarkan racun dari tubuh. 

Kedengarannya menjanjikan, apalagi mengingat banyak selebritis yang menggunakan diet ini.

Tapi masalahnya, tubuh sendiri ahli dalam memerangi zat berbahaya dan sebenarnya tidak membutuhkan bantuan ekstra dari luar.

Apalagi manfaat detoksifikasi belum terbukti secara ilmiah.

Banyak diet detoks yang melibatkan makanan lunak dalam jumlah besar seperti kentang tumbuk, smoothie, dan detox shake.

Sementara sistem pencernaan kita membutuhkan serat untuk berfungsi normal.

Dengan membatasi konsumsi serat, kita mengganggu tubuh kita.

Selain itu, pola makan seperti itu dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan dalam jangka panjang.

Seperti gula darah yang sangat rendah.

Oleh karena itu, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai diet detoks apa pun.

2. Cemilan sehat tinggi protein

© unchillbean / Reddit
© unchillbean / Reddit ()

Banyak ahli gizi dan pelatih kebugaran merekomendasikan untuk mengganti coklat dengan protein organik yang tidak mengandung gluten.

Namun, beberapa batang protein mengandung gula yang sama daripada permen biasa.

Itulah mengapa Anda harus selalu membaca tentang komposisi cemilan ini.

Jika tidak, justru berisiko menelan sebagian besar gula dan bahan berbahaya lainnya, seperti lemak jenuh, alih-alih camilan sehat.

3. Konsumsi air berlebih

Ilustrasi minuman bersoda.
Ilustrasi minuman bersoda. (Sites at Penn State)

Kita terus mendengar bahwa harus mengonsumsi lebih banyak air.

Namun, konsumsi air yang berlebihan, bahayanya seperti meminumnya dalam jumlah sedikit, dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

Salah satu masalah utama yang bisa muncul adalah hiponatremia, yaitu rendahnya kadar natrium dalam darah.

Ini terjadi ketika tubuh mengonsumsi lebih banyak air daripada yang dapat diproses ginjal.

Sementara banyak ahli gizi merekomendasikan minum 0,5 - 0,7 galon air, perlu diingat bahwa tidak ada formula pasti untuk semua orang .

Tergantung pada banyak faktor, seperti usia, jenis kelamin, tingkat aktivitas fisik dan lain-lain.

4. Produk dengan arang aktif

© CpKSparky / Reddit
© CpKSparky / Reddit ()

Tren produk yang mengandung arang aktif mulai populer beberapa tahun lalu.

Namun, jenis makanan ini tidak hanya tidak sehat, tetapi sebenarnya juga berbahaya.

Itu karena batu bara aktif menghilangkan zat berbahaya dari tubuh, mempengaruhi mikroflora usus karena aksi penyerapannya.

Selain itu, arang tersebut mengurangi efisiensi obat dari waktu ke waktu, yang berarti kita menerima kerugian alih-alih manfaat.

Kita perlu memahami bahwa arang hanya membersihkan usus.

Tidak berguna dalam memerangi zat berbahaya yang terakumulasi selama bertahun-tahun di bagian tubuh lain.

5. Penyegar udara

© foka86 / Reddit
© foka86 / Reddit ()

Sebagian besar penyegar udara mengandung senyawa organik yang mudah menguap seperti eter, alkohol, limonene, dan formaldehida.

Mereka semua berdampak negatif pada kesehatan kita, dari meningkatkan risiko asma pada anak-anak hingga menyebabkan sakit kepala dan alergi.

6. Gelas kertas, bukan plastik

Saat ini, karena masalah sampah plastik yang berkembang pesat, semakin banyak orang memilih gelas dan piring kertas daripada plastik.

Namun, pendekatan ini juga menyembunyikan beberapa bahaya.

Setiap tahun, 6,5 juta pohon ditebang untuk menghasilkan cangkir kopi.

Sedangkan energi yang digunakan untuk itu akan cukup untuk memasok listrik ke 54.000 rumah setahun.

Selain itu, cangkir kertas dilapisi dengan film polietilen yang membuatnya tidak cocok untuk daur ulang lebih lanjut.

7. Kulit palsu

Saat ini, semakin banyak merek lebih memilih untuk berhenti menggunakan kulit alami, lebih memilih kulit imitasi.

Meskipun tidak ada produk hewani yang digunakan untuk memproduksi yang terakhir, kulit imitasi masih dapat merusak lingkungan lebih dari kulit asli.

Kulit imitasi sebenarnya terbuat dari plastik, dan tanaman yang membuatnya mengeluarkan sejumlah besar limbah beracun ke lingkungan.

Selain itu, pakaian yang terbuat dari kulit imitasi tidak bertahan lama, dan dalam banyak kasus, tidak dapat didaur ulang.

(Tribunstyle.com/Manila)

Sumber: TribunStyle.com
Tags:
tubuhdetoksifikasidiet
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved