Breaking News:

Ramai Soal Gilang Bungkus Kain Jarik, Apakah Fetish Menyimpang Bisa Sembuh? Ini Penjelasan Ahli

Ramai soal Gilang bungkus kain jarik, apakah fetish yang menyimpang bisa disembuhkan? Ini penjelasan oleh ahli.

Tayang:
Penulis: Gigih Panggayuh Utomo
Editor: vega dhini lestari
Kolase TribunStyle (Istimewa, Twitter @m_fikris)
Ilustrasi pelaku fetish kain jarik. 

TRIBUNSTYLE.COM - Ramai soal Gilang bungkus kain jarik, apakah Fetish yang menyimpang bisa disembuhkan? Ini penjelasan dokter.

Publik sedang diramaikan dengan predator Fetish yang bungkus badan korban pakai kain jarik dengan kedok riset.

Hal itu berawal dari sebuah utas di Twitter yang menceritakan penyimpangan seksual dari lelaki bernama Gilang.

Terkait dengan Fetish menyimpang, apakah itu bisa disembuhkan?

Dikutip dari Kompas.com, dokter spesialis kedokteran jiwa dari Primaya Hospital Bekasi Barat, dr. Alvina, Sp.KJ, memberikan keterangan.

Menurutnya, Fetish adalah objek yang tak hidup.

Apa Itu Fetish? Kelainan Seksual Dilakukan Gilang, Maksa Korban Bungkus Tubuh Pakai Kain Jarik

Viral di Twitter Sosok Gilang yang Paksa Korban Bungkus Badan Pakai Kain Jarik dengan Kedok Riset

Sebuah utas yang menceritakan penyimpangan seksual fetish kain jarik dari lelaki bernama 'Gilang' viral di jagat maya.
Sebuah utas yang menceritakan penyimpangan seksual fetish kain jarik dari lelaki bernama 'Gilang' viral di jagat maya. (Twitter @m_fikris)

"Fetish adalah objek yang tidak hidup," kata Alvina kepada Kompas.com, Jumat (31/7/2020).

Sementara fetishism adalah penggunaan objek yang tidak hidup sebagai metode untuk membuat seseorang terangsang secara seksual.

Fetishism belum tentu gangguan jiwa sepanjang tidak menimbulkan distres dan tidak menimbulkan gangguan fungsi.

Untuk memenuhi kriteria gangguan jiwa, seseorang dengan fetishism harus mengalami distres yang bermakna dan gangguan fungsi.

Misalnya, merasa terganggu atau menderita dengan kondisinya.

"Saat menjadi gangguan, diagnosisnya menjadi gangguan fetihistik," imbuhnya.

Menurut Alvina, gangguan fetihistik bisa diterapi dengan berbagai modalitas psikoterapi baik individual maupun kelompok.

Selain dilakukan psikoterapi, seorang psikiater juga dapat memberikan terapi obat-obatan dan hormon untuk membantu penyembuhan penderita fetishism.

Karena perilaku fetishism dapat terbentuk sejak masa anak-anak dan pubertas, untuk menghindarinya, Alvina mengimbau masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang ramah anak.
Selain itu juga peduli pada kesehatan anak baik secara fisik maupun mental dan bersikap melindungi anak dari paparan kekerasan.

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 1/3
Tags:
berita Gilang fetish kain jarikfetishpenyimpangan seksual
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved