Virus G4 Sudah Terdeteksi Para Ilmuwan, Kini Dalam Pengumpulan Lebih Banyak Informasi
Para ilmuwan sudah mendeteksi adanya virus flu babi terbaru yakni virus G4.
Penulis: Nafis Abdulhakim
Editor: Triroessita Intan Pertiwi
TRIBUNSTYLE.COM - Virus flu babi atau bisa dikenal dengan G4 EA H1N1 ini telah menarik perhatian para ilmuwan.
Mereka bersemangat untuk mengumpulkan lebih banyak informasi mengenai virus tersebut.
Dengan demikian, para ilmuwan akan lebih mampu menyiapkan vaksin yang memungkinkan untuk melawan virus G4 ini.
Perhatian terhadap virus G4 ini juga berarti bagi banyak orang yang kemungkinan berisiko terinfeksi.
Mereka bisa langsung diberi vaksin untuk menangkal virus flu lainnya.
Tujuannya agar G4 tidak bisa melakukan rekombinasi dengan virus lain di dalam tubuh manusia yang terinfeksi.
Dikhawatirkan jika virus tersebut bisa melakukan rekomendasi dalam tubuh bisa menghasilkan strain baru yang lebih mudah menular antar-manusia.
Melansir KompasTV, studi terbaru mengungkap, virus baru yang masih varian dari H1N1 ini adalah campuran unik dari virus influenza pada babi, burung dan manusia.
Munculnya virus baru ini seluruh penduduk dunia diminta meningkatkan kewaspadaannya.
Seperti disebutkan sebelumnya, G4 ini bisa menular dari hewan ke manusia.
Tim ahli di China telah mengidentifikasi orang-orang yang terinfeksi virus G4.
Mereka menemukan bahwa strain baru bisa mengikat reseptor pada manusia.
Kemudian bisa berepliaksi ke orang-orang lain.
Namun, virus ini tidak atau belum bisa menyebar dari orang yang telah terinfeksi ke orang-orang lain.
Melansir Kompas.com, Christine Johnson, VMD, MPVM, PhD, seorang profesor dan peneliti epidemiologi berkata, kekhawatiran akan virus flu baru ini adalah apakah manusia memiliki imunitas terhadapnya.
Biasanya, imunitas yang didapatkan dari infeksi-infeksi sebelumnya bisa membantu mengurangi tingkat keparahan infeksi bahkan mencegahnya.
Namun, para ahli China mengatakan bahwa kebanyakan manusia saat ini tidak memiliki imunitas terhadap G4.
Johnson berkata, jika orang-orang tidak memiliki imunitas sama sekali maka ini bisa menyebabkan penyebaran penyakit yang sangat cepat.
Namun, tercatat sudah banyak orang sudah pernah terinfeksi H1N1 sebelumnya.
Benjamin Neuman, PhD mengatakan bahwa pandemi virus H1N1 yang terjadi pada 2009 lalu mungkin memberikan imunitas untuk menghadapi virus G4.
"Beberapa bagian dari G4 (juga) cukup mirip dengan strain batuk pilek biasa sehingga (G4) mungkin bisa dengan mudah dikenali oleh sistem imun seseorang," ujarnya.
Fakta Flu Babi Baru di China: Manusia Bisa Terinfeksi? Juga Ciri Gejala yang Timbul dan Obatnya
Belum selesai dengan virus corona, dunia tengah ramai memperbincangkan swine influenza atau flu babi baru.
Diberitakan sebelumnya, para ilmuwan mengklaim menemukan jenis flu babi baru yang berpotensi menjadi pandemi di China.
Baru-baru ini virus yang disebut G4 EA H1N1 dibawa oleh babi.
Para ilmuwan mengatakan, virus tersebut dapat menginfeksi manusia.
• Indonesia Petik Pelajaran dari Penanganan Pandemi Flu Spanyol 1918 pada Zaman Hindia Belanda
Berikut ini Tribunnews rangkum beberapa fakta mengenai flu babi baru yang dikutip melalui cdc.gov:
Apa Itu Swine Influenza?
Swine influenza atau flu babi adalah penyakit pernapasan babi yang disebabkan oleh virus influenza tipe A.
Secara teratur penyakit ini menyebabkan wabah influenza pada babi.
Virus flu babi dapat menyebabkan penyakit tingkat tinggi pada kawanan babi.
Lebih lanjut, flu babi juga dikabarkan dapat menyebabkan kematian.
Tanda-tanda umum pada babi yang sakit termasuk demam, depresi, batuk (menggonggong), keluar dari hidung atau mata, bersin, kesulitan bernafas, mata merah atau peradangan, dan keluar makan.
Namun, babi yang terinfeksi influenza juga tidak tampak sakit atau hanya sakit ringan.
Virus influenza babi dapat bersirkulasi di antara babi sepanjang tahun.
Tetapi sebagian besar wabah terjadi selama akhir musim gugur dan musim dingin mirip dengan wabah influenza musiman pada manusia.
Bisakah Manusia Terinfeksi Virus Flu Babi?
Muncul pertanyaan terkait virus flu babi ini, bisakah manusia terinfeksi?
Jawabannya, bisa.
Sebelumnya, virus flu babi biasanya tidak menginfeksi manusia.
Namun, penyebaran virus secara sporadik menyebabkan virus influenza ini menginfeksi manusia.
Ketika ini terjadi, virus-virus ini disebut "virus varian".
Paling umum, infeksi manusia dengan virus varian telah terjadi pada orang yang terpapar babi yang terinfeksi.
Misalnya, orang berada di dekat babi atau pekerja di industri babi.
Selain itu, berdasarkan dokumentas kasus, beberapa orang menjadi sakit setelah terpapar satu atau lebih babi yang sakit.
Kasus penyebaran virus varian orang-ke-orang terbatas juga telah dilaporkan.
Mengapa Infeksi pada Manusia dengan Varian Virus Menjadi Perhatian?
Virus influenza yang menginfeksi babi mungkin berbeda dari virus influenza manusia.
Dengan demikian, vaksin influenza yang dibuat terhadap virus influenza manusia umumnya tidak diharapkan untuk melindungi orang dari virus influenza yang biasanya beredar pada babi.
Selain itu, karena babi rentan terhadap virus flu burung, mereka berpotensi terinfeksi virus influenza dari spesies yang berbeda (misalnya, bebek dan manusia) pada saat yang bersamaan.
Jika ini terjadi, gen-gen dari virus-virus ini dapat mencampur dan membuat virus baru.
Jenis perubahan besar pada virus influenza A ini dikenal sebagai pergeseran antigenik.
Jika virus baru ini menyebabkan penyakit pada orang dan dapat ditularkan dengan mudah dari orang ke orang, pandemi influenza dapat terjadi.
Inilah yang terjadi pada 2009 ketika virus influenza A H1N1 dengan gen babi, unggas dan manusia muncul pada musim semi 2009 dan menyebabkan pandemi pertama dalam lebih dari 40 tahun.
Gejala Apa yang Dialami?
Orang yang telah terinfeksi virus varian memiliki gejala yang mirip dengan gejala influenza musiman manusia biasa.
Ini termasuk demam, lesu, kurang nafsu makan dan batuk.
Beberapa orang juga telah melaporkan pilek, sakit tenggorokan, iritasi mata, mual, muntah dan diare.
Obat Apa yang Tersedia untuk Mengobati?
Ada empat obat antiviral berbeda yang direkomendasikan untuk digunakan di Amerika Serikat untuk pengobatan influenza:
Oseltamivir, Peramivir, Zanamivir, dan Baloxavir.
(TribunStyle.com/Nafis/Kompas.com/Shierine Wangsa Wibawa,Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Fakta-fakta Flu Babi: Bisakah Manusia Terinfeksi? Ciri Gejala yang Timbul dan Obatnya
• Virus G4 Miliki Gejala Mirip Flu Babi, Kenali Gejala-Gejalanya serta Penjelasan dari Ilmuwan
• Temuan Baru, Seseorang yang Pernah Pilek Gegara Influenza Disebut Bisa Kebal dari Terjangan Covid-19
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/babi-yang-ada-di-penangkaran.jpg)