Beli Game dan Aplikasi di Steam Akan Dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Sebesar 10 Persen

Pemerintah secara resmi akan memberlakukan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen untuk pembelian aplikasi dan game online.

businessinsider.sg
Platform Steam - Beli game dan aplikasi di Steam akan dikenakan pajak. 

TRIBUNSTYLE.COM - Pemerintah secara resmi akan memberlakukan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen untuk pembelian aplikasi dan game online.

Pemungutan pajak ini berlaku terhitung mulai tanggal 1 Juli 2020.

Selain itu, pajak ini berlaku untuk pembelian aplikasi dan game online yang berasal dari luar negeri.

Kebijakan tersebut dimuat dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 48/PMK.03/2020, yang sebelumnya sudah diresmikan pada Jumat (15/5/2020) lalu.

Dalam Peraturan Menteri Keuangan tersebut, menyebutkan bahwa produk digital impor dalam bentuk barang tidak berwujud maupun jasa akan dikenakan PPN sebesar 10 persen.

Game Legendaris, Crash Bandicoot 4: Its About Time Rilis Tahun Ini, Bisa Pre-order untuk PS4

FAKTA LENGKAP PS5 Resmi Diperkenalkan Sony, Spesifikasi & Daftar Game, PlayStation 5 Dijual Berapa?

Logo Steam
Logo Steam (wccftech.com)

Dengan peraturan tersebut, konsumen yang melakukan pembelian game digital atau online melalui platform Steam akan dikenakan PPN.

Dalam laman resmi Steam juga muncul keterangan bahwa Steam akan memungut pajak sebesar 10 persen sesuai dengan PMK yang telah berlaku.

Steam sendiri merupakan layanan distribusi digital viedo game besutan Valve.

Layanan ini didirikan 16 tahun lalu, tepatnya pada 12 September 2003.

Pemberlakukan penerapan PPN pada pembelian procuk digital sendiri diharapkan bisa membantu menanggulangi dampak ekonomi akibat Covid-19.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Anggie Irfansyah
Editor: Dhimas Yanuar
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved