Breaking News:

Mengenal Tanzanite, Batu Langka yang Bikin Seorang Buruh Tambang Kaya Mendadak

Seorang buruh yang berasal dari Tanzania menemukan sebuah batu yang membuatnya kaya mendadak.

Penulis: Anggie Irfansyah
Editor: Suli Hanna
Tanzania Ministry of Minerals, Shutterstock
Seorang buruh tambang yang kaya mendadak setelah menemukan batu Tanzanite 

TRIBUNSTYLE.COM - Seorang buruh yang berasal dari Tanzania menemukan sebuah batu yang membuatnya kaya mendadak.

Saniniu Laizer menemukan dua bongkah batu Tanzanite di sebuah tambang tempatnya bekerja.

Dua batu Tanzanite tersebut memiliki bobot 9.27 kilogram dan 5.103 kilogram.

Batu Tanzanite tersebut laku dijual senilai 2,4 Poundstreling atau sekitar Rp42,2 miliar.

Lalu, apa sebenarnya batu Tanzanite itu?

Dilansir oleh laman geology.com, Gemolog Hobart M. King, PhD menjelaskan bahwa Tanzanite adalah nama dagang yang pertama kali digunakan oleh Tiffany and Company untuk permata berkualitas mineral zoisite berwarna biru.

5 Zodiak Berpotensi Kaya Raya di Usia Muda, Taurus Pekerja Keras yang Ulung, Leo Punya Tekad Kuat

Demi Bangkit dari Kematian, Begini Kisah Mayat Orang Terkaya di AS Setelah Disimpan Selama 50 Tahun

Saniniu Laizer, pria 52 tahun di Manyara, Tanzania. Dia menjadi sorotan setelah kaya mendadak karena menjual dua Tanzanite, batu mulia yang disebut-disebut salah satu terlangka di Bumi, di mana temuannya sejauh ini adalah yang terbesar di Tanzania.
Saniniu Laizer, pria 52 tahun di Manyara, Tanzania. Dia menjadi sorotan setelah kaya mendadak karena menjual dua Tanzanite, batu mulia yang disebut-disebut salah satu terlangka di Bumi, di mana temuannya sejauh ini adalah yang terbesar di Tanzania. (Tanzania Ministry of Minerals via BBC)

Tifanny biasa menjualnya dengan nama Blue Zoisite, akan tetapi ia kemudian memilih nama Tanzanite untuk menggugah minat pelanggannya.

Nama Tanzanite sendiri diberikan karena batu tersebut hanya ditemukan di Tanzania.

Batu Tanzanite ditemukan di tambang yang terletak di area sekitar delapan mil persegi, di Bukit Merelani, dekat pangkalan Gunung Kilimanjaro dan kota Arusha.

Meskipun hampir semua batu permata telah dikenal dan digunakan selama ratusan tahun, Tanzanite tidak ditemukan dalam jumlah banyak hingga tahun 1960.

Tanzanite kemudian menjadi salah satu permata biru paling populer kedua setelah Safir.

Ilustrasi
Ilustrasi (telegraph.co.uk)

Permata biru

Permata biru menjadi sangat populer karena promosi dari Tiffany dan keindahan batu Tanzanite sendiri.

Zoisit mineral secara alami bisa muncul dalam berbagai waena, mulai dari tidak berwarna, abu-abu, kuning, merah muda, coklat, hijau, biru dan ungu.

Nama Tanzanite sendiri digunakan untuk menyebut berbagai warna zoisit yang berkisar dari biru ke ungu keiruan.

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 1/2
Tags:
TanzaniaSaniniu Laizerbatu Tanzanite
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved