Breaking News:

Virus Corona

RESMI! Nadiem Makarim Umumkan Jadwal Masuk Sekolah di Tengah Corona, Mendikbud Beri 4 Syarat Khusus

Ini jadwal masuk sekolah ajaran baru dari Menteri pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Seklah dengan 4 kriteria ini yang boleh mulai dibuka.

Editor: Monalisa
beaconschoolsupport.co.uk, @nadiemmakarim
Mendikbud Nadiem Makarim dan ilustrasi masuk sekolah di tengah pandemi corona 

TRIBUNSTYLE.COM - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim akhirnya mengumumkan jadwal masuk sekolah di tengah pandemi virus corona.

Tidak semua sekolah diperbolehkan Nadiem Makarim untuk memulai kegiatan pembelajaran di tengah Covid-19.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menjelaskan ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh pihak sekolah jika ingin melakukan pembelajaran secara tatap muka.

Tak hanya itu, Nadiem Makarim juga menyebutkan peran orangtua dalam keputusan pelaksanaan kegiatan sekolah secara langsung.

Sedikitnya ada empat syarat wajib yang disampaikan Nadiem Makarim dalam pengumuman jadwal masuk sekolah ajaran baru.

Nadiem menyebut penyelenggaraan pembelajaran khususnya dengan cara tatap muka akan dilakukan secara bertahap dan diatur secara ketat.

POPULER Lama Tak Sekolah karena Corona, Bocah SD Kurang Gerak, Bobot Melonjak hingga Seragam Sesak

2 Siswa Saudara Kandung Kena Corona di Hari Pertama Masuk Sekolah, Padahal Jaga Jarak & Pakai Masker

Ilustrasi Ujian Nasional, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim
Ilustrasi kegiatan sekolah dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim (TribunJatim.com/ Instagram @nadiemmakarim)

 

"Pertama adalah dalam situasi Covid-19 yang terpenting adalah kesehatan dan keselamatan murid, guru dan keluagranya."

"Pembukaan sekolah ini dilakukan dengan cara paling konservatif yang bis akita lakukan.

Artinya ini merupakan cara terpelan untuk membuka sekolah, sehingga kemanan bisa diprioritaskan," ujarnya dikutip dari channel YouTube Kemdikbud RI, Senin (15/6/2020).

Ia mengakui dengan diterapkannya pembelajaran di rumah ada sejumlah hal yang dikorbankan, termasuk kualitas pembelajaran itu sendiri.

Nadiem melanjutkan, tahun ajaran baru 2020/2021 akan tetap dimulai pada bulan Juli 2020.

"Jadwal itu tidak berdampak pada metode apa yang digunakan, apakah itu daring atau tatap muka."

"Kita tidak mengubah kalender pembelajaran, tetapi kita telah mengambil keputusan untuk daerah kuning, oranye, dan merah dilarang melakukan pembelajaran tatap muka," imbuhnya.

Nadiem menjelaskan, saat ini ada 94 persen dari populasi peserta didik Indonesia berada di ketiga zona tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved