Virus Corona
FAKTA BARU Hasil Riset: Virus Corona Merusak Testis, Hambat Produksi Sperma, Menurunkan Kejantanan
Para peneliti mengambil beberapa sampel dari pasien virus corona guna menganalisa pengaruh Covid-19 bisa merusak sel yang berfungsi memproduksi sperma
Penulis: Nafis Abdulhakim
Editor: Agung Budi Santoso
TRIBUNSTYLE.COM - Sebuah analisis dari sampel pasien positif Covid menunjukkan, virus corona tersebut dapat merusak sel yang berfungsi untuk menghasilkan sperma.
Riset ini dilakukan oleh peneliti dari China dan Amerik Serikat.
Mereka mengungkapkan adanya kerusakan pada testis pasien yang terinfeksi virus corona.
Walaupun demikian, setelah penelitian dilakukan lebih lanjut, jejak virus tidak terdeteksi pada sampel jaringan testis.
Hal tersebut menyimpulkan bahwa virus merusak testis tanpa benar-benar menginfeksinya.
Dengan cara mengikat enzim pada permukaan sel.
Mulanya virus akan menyusup ke testis kemudian dapat memperbesar dan menyerang sel-sel penghasil sperma.
• Curhat Artis 1 Keluarganya Tertular Corona, Suami, Mertua, Termasuk Dirinya Positif Covid-19
• SEKOLAH Dibuka, 2 Siswa Kena Corona, Guru dan Anak Didik Langsung Dipulangkan, Pelajaran dari Korea

Namun peneliti mengatakan, hampir tidak ada tanda genetik dari virus yang ditemukan dalam air mani dan sampel jaringan testis pasien.
Hal tersebut menunjukkan infeksi yang terjadi bukan jenis infeksi yang bisa menular secara seksual.
Mengutip dari South China Morning Post, para peneliti menulis dalam sebuah makalah peer-review yang diterbitkan European Urology,"Sumbangan sperma atau rencana fertilisasi dapat dipertimbangkan selama pemulihan untuk pasien virus corona."
Pada akhir tahun lalu setelah virus corona ditemukan di Wuhan, timbul perdebatan mengenai dampak potensial pada kesuburan pria.

Beberapa peneliti telah mendeteksi adanya kelainan hormon pada pria.
Namun dalam penelitian lain, tidak ditemukan jejak virus pada sampel sperma pasien.
Sekira satu dari lima pria melaporkan 'ketidaknyamanan skrotum' setelah tertular Covid, ini menurut penelitian lain sebelumnya di China.
Sedangkan, di Amerika Serikat menurut laporan dari American Journal of Emergency Medicine, seorang pria berusia 2 tahun merasakan adanya rasa sakit menusuk dari pangkal pahanya secara terus-menerus.