Dilaporkan Aska Ongi Kasus Dugaan KDRT, Pihak Aliff Alli Buka Suara Singgung Sudah Pernah Ada Damai
Pihak Aliff Alli buka suara soal laporan kasus dugaan kekerasan yang dilaporkan mantan istrinya, Aska Ongi.
Penulis: Yuliana Kusuma Dewi
Editor: Suli Hanna
Sembilan hari setelah pernikahan, Aska mengaku sempat digampar, diseret hingga dipiting oleh Aliff Alli.
Pengakuan Aska terekam dalam tayangan video di YouTube KH Infotainment pada Rabu (20/5/2020).
Didampingi Sunan Kalijaga selaku kuasa hukumnya, Aska pun menceritakan kekerasan yang telah ia terima dari Aliff.
"Dari pacaran udah main gampar, cuma dimaafin dia janji mau lebih baik lagi yaudah coba lagi.
Sampai akhirnya pas hamil juga main tangan," ungkap Aska.
Pernikahan Aska dan Aliff pun hanya bertahan selama 11 bulan.
Lantaran hanya menikah secara siri, Aska memutuskan untuk pergi pada November 2019.
"Cuma 11 bulan (nikah), pacarannya hampir setahun.
Kan nikahnya cuma nikah siri, pas tanggal 11 November aku pergi, pergi gitu aja," lanjutnya.
Tindak kekerasan paling parah yang dialami Aska pun terjadi sembilan hari setelah menikah dengan Aliff.
Aska mengaku dirinya diseret hingga dipiting oleh Aliff saat berada di Bali.
Itu digampar, diseret, terus dijambak, dipiting kayak kepala dipiting gitu, cepat banget.
Teriak di koridor hotel nggak ada orang tapi," imbuh Aska.
Diakui Aska dirinya sempat diminta untuk tidak melakukan visum oleh kakak Aliff Alli, Miller Khan.
"Pas yang paling gede itu nggak visum karena kakaknya bilang nggak usah diperpanjang.
Iya Miller, kakaknya minta jangan diperpanjang yaudah damai tapi aku ada syarat suruh buang obat gitu.
Obat dari dokter mungkin ya, ngiranya gara-gara obat itu dia jadi tempramen.
Aku kurang tahu obat apa, tapi kayaknya untuk orang-orang insomnia, terus aku tanya lagi aku cari tahu itu obat kayak penenang gitu sih," jelas Aska. (TribunStyle/Yuliana/Febriana)