Breaking News:

Ramadhan 2020

Niat, Tata Cara, dan Keutamaan Amalan Ibadah Itikaf di Malam Lailatul Qadar

Berikut adaalah niat dan tata cara melakukkan Itikaf untuk mendapatkan keutamaan malam Lailatul Qadar.

Tayang:
Penulis: Anggie Irfansyah
Editor: Suli Hanna
Instagram/kabilahtour
Itikaf di Masjid untuk meraih Lailatul Qadar. 

TRIBUNSTYLE.COM - Berikut adaalah niat dan tata cara melakukkan Itikaf untuk mendapatkan keutamaan malam Lailatul Qadar.

Malam Lailatul Qadar adalah malam yang dinantikan oleh umat muslim pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.

Tidak ada yang tahu kepastian kapan datangnya malam Lailatul Qadar ini.

Akan tetapi malam Lailatul Qadar ini datang di 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

Malam Lailatul Qadar menjadi malam yang terpat untuk umat muslim di seluruh dunia dalam memohon ampunan kepada Allah SWT.

Bacaan Doa & Dzikir untuk Mendapatkan Keutamaan Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadhan 2020

Bacaan Doa & Amalan untuk Mendapatkan Keutamaan Malam Lailatul Qadar Sesuai Ajaran Rasulullah

Tata Cara Itikaf, Niat dan Keutamaan Amal di 10 Hari Terakhir Ramadan
Tata Cara Itikaf, Niat dan Keutamaan Amal di 10 Hari Terakhir Ramadan (ISLAM KAFAH)

Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan keutamaan malam Lailatul Qadar.

Salah satunya adalah dengan melakukan Iktikaf di masjid pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan.

Iktikaf adalah ibadah dengan cara berdiam di dalam masjid dengan tujuan mendekatkan diri pada Allah.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah niat dan tata cara melakukan Itikaf di masjid untuk mendapatkan keutamaan malam Lailatul Qadar.

Melaksanakan Itikaf harus disertai dengan niat.

Niat itu yang menjadi pembeda seseorang sedang beritikaf atau tidak, meskipun sama-sama berada di masjid.

Berikut Niat Itikaf :

نَوَيْتُ الْإِعْتِكَافَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitul i’tikaafa sunnatal lillaahi ta’aalaa

Artinya: Aku berniat itikaf, sunnah karena Allah Ta’ala.

Ilustrasi
Ilustrasi (kolase tribunstyle)
  • Waktu pelaksanaan Itikaf

Dilansir dari berbagai sumber, Itikaf dimulai ketika matahari terbenam pada malam ke-21 (atau ke-20 jika Ramadhannya 29 hari) hingga habis Ramadhan, yakni saat matahari terbenam pada malam hari raya Idul Fitri.

Lebih diutamakan jika ia meneruskan hingga sholat Idul Fitri dan baru meninggalkan masjid setelah sholat Idul Fitri.

Waktu Itikaf sunnah suka rela atau tidak dibatasi.

Menurut mazhab Hanafi dan Hanbali, meskipun waktunya singkat, seseorang yang berdiam diri di masjid dengan niat itikaf maka itu termasuk itikaf.

Namun menurut mazhab Maliki, waktu beritikaf minimal adalah sehari semalam.

Menurut mazhab Syafi’i, waktu itikaf minimal adalah bisa disebut menetap atau berdiam diri di masjid, yaitu lebih panjang dari ukuran waktu tuma’ninah saat ruku’ atau sujud.

Jadi menurut mazhab Syafii, Hanafi dan Hanbali, seseorang yang itikaf satu jam atau bahkan hanya setengah jam pun boleh.

Berdasarkan penjelasan tersebut, bagi yang tidak bisa beritikaf penuh pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan, ia bisa beritikaf sebagiannya, seperti datang ke masjid menjelang sholat Isya dan beritikaf sampai subuh.

Bisa juga datang ke masjid beberapa jam sebelum sholat Subuh dan beritikaf sampai Subuh atau pagi hari.

Orang yang diperbolehkan melaksanakan Itikaf tentunya mempunyai syarat tertentu.

Berikut syarat melaksanakan Itikaf :

1. Beragama Islam

Itikaf tidak sah jika dilakukan oleh orang kafir.

2. Berakal sehat atau tamyiz

Itikaf tidak sah jika dilakukan oleh orang gila dan sejenisnya.

Itikaf juga tidak sah jika dilakukan oleh anak kecil yang belum mumayyiz.

3. Bertempat di masjid

Itikaf tidak sah jika dilakukan di rumah.

Kecuali menurut mazhab Hanafi yang membolehkan wanita beritikaf di mushala rumahnya.

4. Suci dari hadats besar

Itikaf tidak sah jika dilakukan oleh orang yang sedang junub, haid atau nifas.

Bahkan mereka dilarang berada di dalam masjid.

5. Izin suami bagi istri

Menurut mazhab Hanafi, Syafii dan Hambali, seorang istri tidak sah beritikaf tanpa izin dari suaminya.

Sedangkan Rukun Itikaf hanya ada dua, yakni niat Itikaf dan tinggal (berdiam diri) di masjid.

Jika tidak berniat beritikaf, maka meskipun ia berada di masjid, keberadaannya bukanlah Itikaf.

Demikian pula sebaliknya, eorang yang berniat beritikaf tapi ia tidak berada di masjid, maka itu bukan itikaf.

Umat muslim yang berniat melaksanakan Itikaf harus menyibukkan diri dengan ibadah sebisa mungkin, siang dan malam, berupa sholat, dzikir, tilawah dan ibadah lainnya.

  • Keutamaan Itikaf
Ilustrasi
Ilustrasi (ibnuasmara.com)

Itikaf mampunyai berbagai keutamaan.

Berikut TribunStyle.com rangkum berbagai keutamaannya :

1. Mendapat Pahala

Orang yang melaksanakan Itikaf akan mendapatkan pahala setiap saat.

Sebab, diamnya di masjid dalam rangka mendekatkan diri pada Allah SWT.

Saat terjaga, ia mengisi waktunya dengan shalat, tilawah, dzikir, berdoa, bermunajat, tadabbur, tafakkur atau mengkaji ilmu.

Bahkan dalam kondisi tidur pun, orang yang beritikaf mendapatkan pahala yang besarnya tidak bisa didapatkan oleh orang yang tidur di rumahnya.

Sebab tidurnya itu termasuk rangkaian Itikaf.

2. Meraih Lailatul Qadar

Orang yang Itikaf di 10 hari terakhir bulan Ramadhan, insya Allah akan mendapatkan Lailatul Qadar.

Lailatul Qadar turun pada malam ganjil pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan.

Orang yang Itikaf di masjid akan merasakan hadirnya Lailatul Qadar.

Bahkan seandainya orang yang beritikaf itu sedang tertidur dan hanya bangun sebentar pada malam Lailatul Qadar, Insya Allah ia tetap mendapat Lailatul Qadar karena tidurnya merupakan rangkaian itikaf dan berpahala.

3. Meningkatkan Kesungguhan dalam Beribadah

Dikutip TribunStyle.com dari rumahzakat.org, orang yang melaksanakan Itikaf dapat meningkatkan kesungguhan dalam beribadah.

Aisyah menceritakan, “Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya.” (HR. Muslim).

4. Terhindar dari Perbuatan Maksiat

Orang yang Itikaf di masjid akan terjaga dari perbuatan maksiat.

Itikaf ikut menjaga shaum seseorang dari perbuatan-perbuatan dosa, walau kecil sekalipun.

Itikaf dapat mencegah keinginan untuk melakukan kemaksiatan, serta mendidik berlaku sabar dalam menghadapi segala bentuk kemaksiatan.

5. Perenungan Tentang Hidup

Orang yang melaksanakan Itikaf juga bisa merenung banyak hal tentang hidup.

Berada di dalam masjid membuat kita terkondisikan untuk mengingat Allah dan mengingat segala kebesarannya.

Untuk itu, kita akan mengingat bahwa dalam hidup banyak sekali dosa-dosa dan kesahalan baik yang disengaja ataupun tidak.

Untuk itulah Allah memberikan kita kesempatan itikaf salah satunya untuk mengingat dan merenungi kehidupan.

Perenungan saat Itikaf di Bulan Ramadhan ini juga bisa tentang masalah dunia dan akhirat, masalah kebahagiaan, masalah kesalahan di masa lalu, apa yang sudah kita lakukan dan apa yang sudah kita lalaikan. (TribunStyle.com/Anggie/Listusista)

Menjemput Lailatul Qadar, 9 Amalan Penting Agar Senantiasa Diketemukan Malam 1000 Bulan

Amalan untuk Wanita Haid agar Mendapat Keutamaan Lailatul Qadar pada 10 Malam Terakhir Ramadhan

Bacaan Dzikir dan Doa Setelah Sholat Tahajud, Amalan yang Dianjurkan di Malam Lailatul Qadar

Sumber: TribunStyle.com
Tags:
Ramadhan 2020ItikafLailatul Qadarniat dan tata cara melakukkan Itikaf
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved