Roy Kiyoshi Terjerat Narkoba
Ditangkap Karena Narkoba, Roy Kiyoshi Terbukti Positif Pakai Zat Psikotropika Jenis Benzodiazepine
Roy Kiyoshi tertangkap karena dugaan penyalahgunaan narkotika, hasil tes urine terbukti positif menggunakan benzodiazepine.
Penulis: Anggie Irfansyah
Editor: Delta Lidina Putri
Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah beberapa obat berjenis psikotropika yang sering disalahgunakan.
- Obat antidepresan

Obat ini sebenarnya dikonsumsi untuk meringankan dan mengobati gejala gangguan depresi mayor.
Banyak obat antidepresan yang dapat ditemukan di pasaran termasuk golingan SSRI yang merupakan obat yang berpengaruh pada serotonin otak.
Meskipun digunakan sebagai obat, obat antidepresan jika disalahgunakan bisa menyebabkan efek yang berbahaya.
Menurut Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah memberikan peringatan keras untuk obat antidepresan golongan SSRI.
Obat antidepresan bahkan bisa meningkatkan risiko keinginan untuk bunuh diri jika disalahgunakan.
Selain itu, obat antidepresan juga bisa menyebabkan gangguan tidur, agitasi, perubahan nafsu makan dan disfungsi seksual.
- Obat antipsikotik

Obat antipsikotik bisa memblokir reseptor dopamin di otak yang terlalu aktif dan digunakan dalam pengobatan pasien psikosis yang menunjukkan gejala delusi dan halusinasi.
Obat antipasikotik banyak disalahgunakan dan dijual secara ilegal, padahal obat ini adalah salahsatu obat keras yang harus disertai dengan resep dokter.
Efek dari obat antipsikotik adalah tremor, kejang otot, dan kegelisahan.
Efek lainnya adalahar dive dyskinesia, gerakan tak terkendali pada lidah, bibir, mulut, lengan, dan kaki secara permanen.
Selain memengaruhi otak, obak antipsikotik juga bisa memengaruhi metabolisme tubuh
Obat ini bisa menyebabkan kenaukan berat badan yang signifikan dan meningkatkan risiko diabetes.
- Obat anti ansietas

Obat anti ansietas biasanya digunakan untuk pasien yang mengalami gangguan kecemasan abnormal.
Secara umum, ada lima tipe gangguan kecemasan yaitu gangguan obesif kompulsif, serangan panik yang berulang dan tak terduga (panic disorder), fobia sosial dan gangguan stres pascatrauma.