Virus Corona
PERKEMBANGAN Vaksin Covid-19 di Indonesia, Cegah Penyebaran, Belajar yang Terburuk dari HIV/AIDS
Seperti apa perkembangan vaksin Covid-19 di Indonesia? Akankah berujung penantian layaknya vaksin HIV/AIDS?
Penulis: Triroessita Intan
Editor: Delta Lidina Putri
TRIBUSNTYLE.COM - Keberadaan vaksin Covid-19 tentu sangat dinanti masyarakat Indonesia untuk menghentikan pandemi, seperti apa perkembangannya? Akankah berujung penantian layaknya vaksin HIV/AIDS?
Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa masih ada penularan virus corona di masyarakat hingga hari ini.
Berdasarkan data yang dihimpun hingga Senin (4/5/2020) pukul 12.00 WIB, ada penambahan 395 kasus Covid-19 selama 24 jam terakhir.
Penambahan itu menyebabkan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia totalnya mencapai 11.587 orang.
Informasi ini disampaikan juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB pada Senin sore.
"Kasus positif terkonfirmasi bertambah 395 orang, sehingga totalnya menjadi 11.587 orang," kata Yurianto.
• Kabar Baik, Lembaga Eijkman Tengah Membuat Vaksin Covid-19 dan Serum Anticovid-19
• Bagikan Diary Karantina, Madonna Ungkap Dirinya Punya Antibodi Corona, Bagaimana Faktanya?
Semakin bertambahnya orang yang terinveksi covid-19 seiring pula semakin besar harapan ditemukannya vaksin covid-19.
Vaksin ini sangat penting untuk menghentikan pandemi yang sudah mendunia ini.
Lantas seperti apa perkembangan penelitian vaksin Covid-19 di Indonesia?
Di Indonesia sendiri, proses penelitan dan penemuan vaksin Covid-19 diperkirakan memerlukan waktu 1 tahun hingga 18 bulan.
Melansir kompas.TV Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro menyatakan, saat ini Lembaga Biomolekuler Eijkman tengah memulai upaya pembuatan vaksin Covid-19.
"Saat ini Eijkman sedang memulai upaya pembuatan vaksin yang memang tidak akan memakan waktu yang pendek. Salah satu alternatif yang akan kami dorong adalah kerja sama Eijkman dengan lembaga internasional yang juga melakukan penelitian mengenai vaksin," ujar Bambang saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Minggu (3/5/2020).
Bambang berharap nantinya vaksin yang dikembangkan Eijkman khusus untuk menangani virus corona tipe 2 (SARS-CoV-2) yang telah bermutasi dan menginfeksi penduduk di Indonesia.
"Saat ini Eijkman sedang melakukan whole genome sequencing yang nantinya sangat diperlukan untuk mendeteksi seperti apa sebenarnya virus (SARS-CoV-2 yang menyebabkan) Covid-19 di Indonesia. Dan nantinya datanya di-share secara internasional," lanjut Bambang.
Selain menyiapkan pembuatan vaksin, saat ini pemerintah tengah mengembangkan serum anticovid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/ilustrasi-pembuatan-vaksin-covid-19.jpg)