Mengenang 71 Tahun Kepergian Chairil Anwar, Ini 10 Puisi Legendaris dari 'Si Binatang Jalang'
Mengenang kepergian penyair besar Indonesia, Chairil Anwar, simak 10 puisi legendaris yang ditulisnya.
Penulis: Gigih Panggayuh Utomo
Editor: vega dhini lestari
TRIBUNSTYLE.COM - Mengenang kepergian penyair besar Indonesia, Chairil Anwar, simak 10 puisi legendaris yang ditulisnya.
Chairil Anwar merupakan penyair yang punya pengaruh besar dalam perkembangan sastra di Tanah Air.
Oleh H.B. Jassin, penyair berjuluk 'Si Binatang Jalang' ini dinobatkan sebagai pelopor puisi modern Indonesia.
Ia juga disebut sebagai pelopor angkatan '45 bersama Asrul Sani dan Rivai Apin karena karya-karyanya yang penuh semangat kemerdekaan.
Chairil meninggal pada 28 April 1949 saat usianya masih muda dan produktif, yakni 26 tahun.
Tanggal 28 April lantas diperingati oleh para pengagumnya sebagai Hari Chairil Anwar.
• RANGKUMAN Soal SD, SMP & SMA Belajar dari Rumah TVRI 28 April, Loncat Bilangan Hingga Buat Puisi
• BUKAN Karena Rasanya, Toko Durian Ini Laris Manis, Apa Sebabnya? Lihat Wajah dan Postur Penjualnya
Mengenang 71 kepergiannya, berikut ini 10 puisi Chairil Anwar yang terkenal dan legendaris.
Aku
Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak peduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
Maret 1943
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/chairil-anwar_20170321_093719.jpg)