Breaking News:

Virus Corona

Lockdown Malaysia, Kisah Pilu Warga Miskin Terancam Kelaparan, Tukang Becak: 'Saya Sangat Lapar'

Salah satu penarik becak RA (53) di Malaysia buka suara atas apa yang ia alami sejak kebijakan social distancing dan lockdown.

Tayang:
The Star via Tribunnews
Dampak Miris Lockdown Malaysia 

TRIBUNSTYLE.COM - Kisah ini berawal dari merebaknya virus corona yang kini telah ditetapkan menjadi pandemi global.

Bahkan virus yang telah menyebar hingga asia tenggara ini pun telah menelan cukup banyak korban.

Virus yang bermula dari sebuah daerah di kota Wuhan, Provinsi Hubei, China itupun menjadi momok bagi banyak orang.

Demi untuk menekan penyebaran sembari mengatasi masalah mengenai covid-19 tersebut, semua negara mengambil langkah masing-masing.

Seperti halnya negara tetangga Malaysia yang memberlakukan sistem penguncian atau 'Lockdown' setelah lebih dari 500 warganya dinyatakan positif corona.

Kebijakan itu dilakukan demi menyelesaikan permasalahan yang berhubungan dengan virus corona.

Namun ternyata muncul masalah baru dari sistem penguncian atau 'Lockdown' yang dicanangkan pemerintah.

Banyak warga miskin yang kini mulai kelaparan lantaran tak dapat makanan ataupun uang untuk membeli makanan sehari-hari mereka.

(gambar ilustrasi kerumunan masyarakat)

(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG) (gambar ilustrasi kerumunan masyarakat)

Melansir dari Tribunnews yang mengutip dari The Star, Senin (23/3/2020) warga miskin di Malaysia pun kini kebingungan.

Bagaimana tidak, mereka telah beberapa hari ini tak bisa membeli makanan lantaran tak mendapat penghasilan yang disebabkan oleh sistem penguncian yang dilakukan pemerintah.

Salah satu penarik becak yang bernama RA (53) di Malaysia buka suara atas apa yang ia alami sejak kebijakan pembatasan interaksi (Social Distancing) dan sistem penguncian (lockdown) diberlakukan di negeri jiran.

RA terakhir mendapatkan dua penumpang pada Kamis lalu.

Mereka merupakan wisatawan asal Johor.

Halaman 1/3
Tags:
lockdownMalaysiavirus coronaWuhan
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved