Fakta Tentang Xanax, Obat Jenis Psikotropika yang Sering Disalahgunakan
Berikut ini adalah fakta tentang xanax, obat golongan psikotropika yang sering disalahgunakan.
Penulis: Anggie Irfansyah
Editor: Amirul Muttaqin
TRIBUNSTYLE.COM - Berikut ini adalah fakta tentang Xanax, obat golongan psikotropika yang sering disalahgunakan.
Ririn Ekawati ditangkap karena dugaan penyalahgunaan dan kepemilikan psikotropika.
Menurut rilis hasil penangkapan yang dilakukan oleh Polres Metro Jakarta Barat, polisi mengamankan barang bukti Happy Five dan obat psikotropikan jenis Xanax.
Rilis terkait hasil penangkapan Ririn Ekawati ini dilakukan di Polres Metro Jakarta Barat, Senin (9/3/2020).
Xanax adalah obat jenis psikotropika gololongan IV yang sebenarnya digunakan dalam medis untuk kondisi tertentu.
Xanax sendiri merupakan nama merk obat untuk alprazolam yang masuk kedalam golongan obat benzodiazepine.
Dalam dunia medis, obat ini digunakanuntuk mengatasi berbagai masalah psikologis seperti depresi, gangguan kecemasan, serta gejala serangan panik yang berlebihan.
Dilansir dari HelloSehat, berikut ini adalah fakta tentang Xanax.
- Apa itu Xanax?
Dilansir dari HelloSehat, Xanax adalah salah satu obat yang masuk kedalam golongan psikotropika dan harus menggunakan resep dokter.
Cara kerja obat ini adalah dengan memicu perlambatan pada aktivitas otak dan menurunkan gejala kecemasan dan ketegangan saraf tubuh.
Hal ini terjadi karena adanya peningkatan aktivitas kimia didalam otak yang disebut dengan gamma-aminobutyric acid atau GABA.
Ada berbagai jenis obat lain yang masuk kedalam golongan benzodiazepine selain Xanax, yaitu diazepam, colnazepam, lorazepam, dan flurazepam.
- Penyalahgunaan
Xanax adalah salah satu obat yang sering disalahgunakan untuk mendapatkan efek rileks dan santai.
Efek yang bisa ditimbulkan dari penyalahgunaan obat ini adalah ketergantungan dan putus zat jika berhenti mengonsumsinya.
Xanax bisa berisiko menyebabkan kecanduan seperti pada jenis obat penenang lainnya.
Hal ini bisa terjadi jika dikonsumsi dalam waktu yang lama atau disalahgunakan dalam dosis yang tinggi.
Biasanya, orang yang ketergantungan dengan Xanax akan memiliki ketergantungan fisik yang berbahaya.
Berbagai perilaku pun bisa mucul akibat ketergantungan dari jenis obat ini.
Salah satunya adalah keinginan menggunakan obat ini secara terus menerus yang sulit dikendalikan dan dihentikan.
Selain itu, orang yang ketergantungan pada obat ini akan kehilangan minat pada aktivitas yang biasanya disukai.
Risiko lanjut dari kecanduan obat jenis Xanax ini adalah putus obat atau withdrawal.
- Putus obat atau withdrawal
Gejala putus obat atau withdrawal adalah kondisi ketika tubuh berhenti mengonsumsi obat-obatan tertentu yang berisiko meyebabkan ketergantungan.
Salah satunya adalah Xanax yang berhenti dikonsumsi terlebih pada penyalahgunaannya.
Berikut ini adalah berbagai gejala yang muncul akibat dari putus obat atau withdrawal.
- Insomnia
- Kepala terasa ringan dan pusing
- Sindrom kecemasan
- Lelah dan lesu
- Nafsu makan turun
- Berat badan turun
- Penurunan kemampuan kognitif
- Masalah pada ingatan
- Depresi dan kebingungan
(TribunStyle.com/ang)
• 4 Obat Jenis Psikotropika yang Sering Disalahgunakan, dari Antidepresan hingga Obat ADHD
• Rumah Ririn Ekawati Ikut Digeledah, Polisi Temukan Psikotropika Bersama Obat Mendiang Suami
• 5 Jenis Obat Depresi dan Imsomnia yang Dijual di Apotek Ini Ternyata Termasuk Golongan Psikotropika
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/xanax-the-guardian.jpg)