Breaking News:

Virus Corona

Mewabahnya Virus Corona di Kota Qom, Dijuluki 'Wuhan'-nya Timur Tengah, Pemerintahan Tak Dipercaya

Update virus corona di dunia - Mewabahnya virus corona di kota Qom, yang dijuluki 'Wuhan'-nya Iran, diduga pemerintahan yang tak dipercaya dan kalut.

YouTube/Guardian News
Mewabahnya Virus Corona di Kota Qom, Dijuluki 'Wuhan'-nya Timur Tengah, Pemerintahan Tak Dipercaya 

TRIBUNSTYLE.COM - Update virus corona di dunia - Mewabahnya virus corona di kota Qom, yang dijuluki 'Wuhan'-nya Iran, diduga pemerintahan yang tak dipercaya dan kalut.

Berawal dari wakil menteri kesehatan, Iran, Iraj Harirchi, saat mengumumkan wabah virus corona di sebuah konferensi pers.

Ia terlihat pucat dan basah keringat, ia mengatakan kepada wartawan bahwa Iran telah "menstabilkan" wabah virus corona.

Ia juga terlihat mengelap keringatnya, dan juga terlihat seorang ajudan bergegas ke podium dengan sekotak tisu.

Lalu, Iraj Harirchi akhirnya diberhentikan sebagai buntut klaim anggota parlemen Iran bahwa lima puluh orang telah meninggal karena covid-19 di negara itu.

Hand Sanitizer Jadi Mahal Gegara Virus Corona? Tenang, Begini Cara Bikin Kertas Sabun Antiseptik

POPULER Setelah Masker, Kondom Ludes Diborong Gegara Virus Corona, Bukan Karena Untuk Berhubungan

Pekerja sanitasi Iran mendisinfeksi kuil Qum's Masumeh (25/2/2020) untuk mencegah penyebaran virus corona di Iran, di mana ada kekhawatiran situasinya mungkin lebih buruk daripada yang diakui secara resmi. Kematian akibat COVID-19 di Timur Tengah berjumlah 12 orang.
Pekerja sanitasi Iran mendisinfeksi kuil Qum's Masumeh (25/2/2020) untuk mencegah penyebaran virus corona di Iran, di mana ada kekhawatiran situasinya mungkin lebih buruk daripada yang diakui secara resmi. Kematian akibat COVID-19 di Timur Tengah berjumlah 12 orang. (MEHDI MARIZAD / FARS NEWS AGENCY / AFP)

Dilansir dari New Yorker:

"Saya akan mengundurkan diri jika jumlahnya bahkan setengah atau seperempat dari ini," katanya, seraya menambahkan bahwa Iran hanya memiliki enam puluh satu kasus yang dikonfirmasi, dengan dua belas kematian.

Iran menentang karantina, katanya, karena karantina adalah 'budaya' yang berasal dari era sebelum Perang Dunia Pertama.

"... dari wabah, kolera, hal-hal seperti itu (sama)."

Hari berikutnya, Iraj Harirchi mengkonfirmasi dalam sebuah video — dari karantina — bahwa ia mengidap virus corona.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Dhimas Yanuar Nur Rochmat
Editor: Triroessita Intan Pertiwi
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved