4 Obat Jenis Psikotropika yang Sering Disalahgunakan, dari Antidepresan hingga Obat ADHD
Berikut ini adalah berbagai obat jenis psikotropika yang sering disalahgunakan.
Penulis: Anggie Irfansyah
Editor: vega dhini lestari
TRIBUNSTYLE.COM - Berikut ini adalah berbagai obat jenis psikotropika yang sering disalahgunakan.
Artis Vitalia Sesha terjerat kasus narkoba dengan barang bukti pil Happy Five, sabu-sabu dan ekstasi.
Vitalia Sesha ditangkap satuan Reserse narkoba Polres Jakarta Barat saat berada di Apartemen Tme Mansion, Pademangan, Jakarta Utara, Senin (24/02/2020).
Dirinya ditangkap bersama teman lelakinya yang berinisial AW.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan bahwa penangkapan Vitalia Sesha merupakan laporan masyarakat, sebab di apartemen tersebut sering kali terjadi transaksi narkoba.
• Happy 5 Jadi Salah Satu Narkoba Sitaan Polisi dari Vitalia Sesha, Awas Ini Dampak Buruk dari Happy 5
Dari penangkapan Vitalia Sesha dan kekasihnya, Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Barat mengamankan tiga jenis narkoba, yaitu pil Happy Five, Ekstasi dan sabu-sabu.
Salah satu dari barang bukti yang diamankan polisi dari tangan Vitalia Sesha dan kekasihnya adalah Happy Five.
Dilansir dari HelloSehat, Happy Five sendiri sebenarnya adalah obat keras berjenis nimetasepam, yang biasanya diresepkan untuk gangguan psikologi seperti gangguan tidur dan kejang otot.
Dokter biasanya akan meresepkan obat ini jika pasien tidak merespons obat jenis lainnya.
Dengan kata lain, Happy Five atau nimetasepam diresepkan oleh dokter jika sudah benar-benar terpaksa.
Jenis psikotropika ini bisa mengakibatkan ketergantungan yang cukup parah.
Berhenti mengonsumsi obat ini akan menyebabkan berbagai kondisi seperti sakau dan gangguan kesehatan lainnya.
Obat ini adalah jenis obat psikotropika yang sering kali disalahgunakan tanpa dengan resep dokter.
Disebut dengan nama Happy Five karena dianggap bisa memberi efek kesenangan setelah mengonsumsinya.
Selain Happy Five atau nimetasepam, ada berbagai jenis obat psikotropika lainnya yang sering disalahgunakan.
Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini adalah obat berjenis psikotropika yang sering disalahgunakan.
- Obat antidepresan
Obat ini sebenarnya dikonsumsi untuk meringankan dan mengobati gejala gangguan depresi mayor.
Banyak obat antidepresan yang dapat ditemukan di pasaran termasuk golingan SSRI yang merupakan obat yang berpengaruh pada serotonin otak.
Meskipun digunakan sebagai obat, obat antidepresan jika disalahgunakan bisa menyebabkan efek yang berbahaya.
Menurut Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah memberikan peringatan keras untuk obat antidepresan golongan SSRI.
Obat antidepresan bahkan bisa meningkatkan risiko keinginan untuk bunuh diri jika disalahgunakan.
Selain itu, obat antidepresan juga bisa menyebabkan gangguan tidur, agitasi, perubahan nafsu makan dan disfungsi seksual.
- Obat antipsikotik
Obat antipsikotik bisa memblokir reseptor dopamin di otak yang terlalu aktif dan digunakan dalam pengobatan pasien psikosis yang menunjukkan gejala delusi dan halusinasi.
Obat antipasikotik banyak disalahgunakan dan dijual secara ilegal, padahal obat ini adalah salahsatu obat keras yang harus disertai dengan resep dokter.
Efek dari obat antipsikotik adalah tremor, kejang otot, dan kegelisahan.
Efek lainnya adalahar dive dyskinesia, gerakan tak terkendali pada lidah, bibir, mulut, lengan, dan kaki secara permanen.
Selain memengaruhi otak, obak antipsikotik juga bisa memengaruhi metabolisme tubuh
Obat ini bisa menyebabkan kenaukan berat badan yang signifikan dan meningkatkan risiko diabetes.
- Obat anti ansietas
Obat anti ansietas biasanya digunakan untuk pasien yang mengalami gangguan kecemasan abnormal.
Secara umum, ada lima tipe gangguan kecemasan yaitu gangguan obesif kompulsif, serangan panik yang berulang dan tak terduga (panic disorder), fobia sosial dan gangguan stres pascatrauma.
Selain antidepresan, obat untuk gangguan kecemasan seperti jenis benzodiazepine sering digunakan untuk pasien gangguan kecemasan.
Tetapi, penggunaan obat jenis benzodiazepin harus digunakan dalam waktu yang singkat karena memiliki risiko ketergantungan yang sangat tinggi.
Efek samping dari benzodiazepine adalah rasa kantuk, pengelihatan kabur dan gangguan tidur seperti mimpi buruk.
- Obat ADHD
ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) adalah gangguan mental yang sering terjadi pada anak-anak.
Gejalanya adalah peningkatkan aktivitas motorik yang berlebihan, emosi yang meluap dan kesulitan mengendalikan perilaku.
Obat untuk pengobatan ADHD, obat yang digunakan adalah jenis stimulan yag bisa meningkatkan dopamin, yaitu zat terkait dengan kesenagan, gerakan dan perhatian.
Efek dari obat ini adalah gangguan tidur dan penurunan nafsu makan.
(TribunStyle.com/ang)
• Jenguk Vitalia Sesha di Penjara, Ibunda Tak Tahu Selama Ini Anaknya Konsumsi Narkoba
• 5 Jenis Obat Depresi dan Imsomnia yang Dijual di Apotek Ini Ternyata Termasuk Golongan Psikotropika
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/obat_20170607_093144.jpg)