Virus Corona

Li Wenliang, Sosok Dokter Kata-katanya Tak Digubris Pemerintah China, Akibatnya Virus Corona Mewabah

Li Wenliang, Sosok Dokter Kata-katanya Tak Digubris Pemerintah China, Akibatnya Virus Corona Mewabah.

Li Wenliang, Sosok Dokter Kata-katanya Tak Digubris Pemerintah China, Akibatnya Virus Corona Mewabah
World of Buzz
Ilustrasi polisi China dengan dokter asal Tiongkok. 

TRIBUNSTYLE.COM - Inilah dokter Li Wenliang, sosok ahli medis yang peringatan kerasnya soal bocornya virus corona tak pernah digubris pemerintah China, malah diintimasi oleh aparat keamanan.

Gara-gara nasibnya yang memilukan di masa lalu dan kata-katanya yang tak didengar, virus corona kini mewabah tak hanya di China, tapi juga menelan korban di berbagai negara.

Begitulah. Pemerintah China mungkin telah membuat kesalahan besar mengenai virus corona pada masa lalu.

Kini wabah tersebut telah meluas dan menjadi ancaman nomor satu di negeri panda tersebut.

Sebenarnya wabah tersebut bisa diatasi andaikan perkataan dokter ini didengarkan oleh pemerintah China pada masa lalu.

Bekerja Nonstop Selama 10 Hari, Staf Medis Ini Meninggal Karena Kelelahan Tangani Pasien Corona.
Bekerja Nonstop Selama 10 Hari, Staf Medis Ini Meninggal Karena Kelelahan Tangani Pasien Corona. (Kolase TribunStyle (The Paper dan Sky News))

Bekerja Nonstop 10 Hari Tangani Pasien Corona, Staf Medis Ini Kelelahan, Pingsan dan Meninggal

Mengutip World of Buzz pada Selasa (4/2/20), dokter mata Li Wenliang mungkin adalah pahlawan yang tidak pernah di dengarkan oleh pemerintah China.

Sebenarnya, masalah virus corona sudah diketahui sejak lama namun pemerintah China tutup mata dan mengabaikan peringatannya.

Kisahnya berawal pada 30 Desember 2019, Li Wenliang kala itu mengirim peringatan di kelompok alumni kedokteran di akun WeChat miliknya.

Dia memperingatkan bahwa sudah ada 7 pasien yang berada di bangsal isolasi di departemen oftalmologi di rumah sakitnya.

Mereka mengalami kondisi mengerikan yang diduga berasal dari pasar makanan laut lokal dengan diagnosis sidrom pernapasan akut parah (SARS).

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Agung Budi Santoso
Sumber: Intisari
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved