Viral Hari Ini
Viral Penemuan Paus Mati dengan Perut Penuh Sampah, dari Tas hingga Gelas Plastik
Penemuan Paus Mati dengan Perut Penuh Sampah di Pantai Seilebost, Skotlandia, Sampah dengan bobot 100kg tersimpan dalam perut paus tersebut.
Penulis: Nafis Abdulhakim
Editor: Amirul Muttaqin
TRIBUNSTYLE.COM - Mamalia terbesar yang hidup di bawah air ini ditemukan mati dalam kondisi yang memprihatinkan. Perutnya penuh dengan sampah plastik maupun lainnya. Sampah yang ditemukan dari perut paus tersebut tak tanggung-tanggung, 100 kg berat dari sampah tersebut.
Paus ini ditemukan mati di Pantai Seilebost, Skotlandia.
Kematian paus ini dinilai tidak wajar, perutnya penuh berisi sampah seberat 100 kg.
• 2030 Diramalkan Ilmuwan Bakal Jadi Bencana Besar Dunia, Jika Suhu Bumi Naik 2 Derajat Celsius Saja!
• Sempat Trending di Twitter, 35 Orang Tewas Akibat Bencana Topan Hagibis Melanda Jepang Oktober 2019
Dikutip dari BBC via Kompas.com, saat dibedah, dari dalam perut paus keluar tumpukan sampah.
Perut paus mati tersebut menampung berbagai sampah yang ia konsumsi semasa hidupnya di antaranya jaring ikan, tali tambang, tas, dan gelas plastik.
Para ahli paus belum mengetahui secara pasti paus tersebut mati dikarenakan sampah diperutnya atau bukan.
Namun, penduduk setempat yang menemukan paus tersebut menduga mamalia tesebut mati akibat masalah pencemaran laut yang meluas.
Parry, salah seorang warga yang tinggal di dekat Luskentyre mengatakan, kematian paus tersebut sangat menyedihkan.
"Itu sangat menyedihkan, terutama ketika Anda melihat jaring ikan dan puing-puing sampah yang keluar daru perutnya," kata Parry.
Parry hampir setiap hari ia memunguti sampah yang ada di pantai dan memasukannya kedalam tas yang ia bawa.
Kebanyakan barang yang ia temukan adalah barang-barang yang digunakan untuk menangkap ikan.
Ia pun mengungkapkan, barang tersebut mudah hanyut ke laut dan dapat menjadi mencemarinya.
"Benda-benda itu bisa dengan mudah terserat atau hilang terbawa badai.
Ini menunjukkan masalah yang kita miliki dengan polusi laut," ujar dia.
Anggota dari the Scottish Marine Animal Stranding Scheme (SMASS), sebuah organisasi yang menginvestigasi kematian paus dan lumba-lumba, membedah perut paus itu untuk mencari dan menemukan penyebab kematiannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/paus-mati.jpg)