5 Mitos Tentang Petir dan Kebenaraanya, Ternyata Tidak Selalu Menyambar Tempat yang Tinggi

Banyak mitos yang berkembang di masyarakat seputar kilat atau petir, ternyata mitos tersebut tidak sepenuhnya benar.

5 Mitos Tentang Petir dan Kebenaraanya, Ternyata Tidak Selalu Menyambar Tempat yang Tinggi
TribunTimur
5 Mitos Tentang Petir dan Kebenaraanya, Ternyata Tidak Selalu Menyambar Tempat yang Tinggi 

TRIBUNSTYLE.COM - Banyak mitos yang berkembang di masyarakat seputar kilat atau petir, ternyata mitos tersebut tidak sepenuhnya benar.

Petir adalah fenomena alam yang biasa terjadi saat hujan turun.

Munculnya petir biasanya diawali dengan kilatan lalu suara gemuruh yang menggelegar.

Petir terjadi akibat penumpukan energi positif dan negatif yang dibuang.

Jangan Panik! Lakukan 7 Cara untuk Hindari Petir Ketika Hujan Saat Berada di Luar Ruangan

Bahayanya, petir membawa aliran listrik yang besar dan bisa menyambar benda apa saja termasuk manusia.

Banyak orang yang takut dengan munculnya petir karena suaranya yang sangat besar dan menggelegar.

Inilah mitos tentang petir yang dipercaya oleh banyak orang dan kebenarannya.

  • Mitos jangan memakai baju merah jika tidak ingin tersambar petir
Ilustrasi Petir.
Ilustrasi Petir. (TribunTimur)

Mitos ini banyak beredar di masyarakat, jika orang memakai baju merah makan akan lebih mudah untuk tersambar petir.

Padahal faktanya, warna baju sama sekali tidak ada hubungannya dengan sambaran petir, karena baju bersifat isolator yang tidak bisa menghantarkan listrik.

  • Petir terjadi hanya saat hujan
Ilustrasi Petir.
Ilustrasi Petir. (Tribun Bali/ Istimewa)

Mitos petir terjadi hanya saat hujan saja dipercayai oleh banyak orang, karena orang-orang sering melihat petir karena saat hujan saja.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Anggie Irfansyah
Editor: Irsan Yamananda
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved